Media Sosial Bisa Jadi Ruang Lahirnya Godaan Setan

  • 22 Sep 2026 08:18 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Perkembangan teknologi dan penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu ruang yang perlu diwaspadai dalam menjaga diri dari berbagai godaan. Aktivitas yang awalnya dianggap sederhana, seperti melihat konten, berinteraksi di media sosial, hingga mengikuti gaya hidup tertentu, dapat membuat seseorang lalai apabila dilakukan secara berlebihan.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Deni Rusli dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa, 22 September 2026. Ia menjelaskan, godaan tidak selalu muncul dalam bentuk ajakan langsung melakukan perbuatan yang dilarang agama, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara bertahap.

Menurutnya, salah satu bentuknya dapat terlihat dari penggunaan media sosial secara berlebihan. Aktivitas yang pada dasarnya diperbolehkan dapat berubah menjadi persoalan ketika menghabiskan waktu hingga membuat seseorang melalaikan kewajiban dan ibadah. “Menyibukkan diri secara berlebihan pada aktivitas mubah seperti makan berlebihan, tidur berlebihan, scrolling media sosial, jadi main-main media sosial. Itu terus waktu habis pakai itu hingga melalaikan ibadah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti interaksi melalui media sosial yang tidak dibatasi dengan baik. Menurutnya, dalam konteks pergaulan, godaan dapat bermula dari pandangan yang tidak dijaga dan komunikasi tanpa batas. Jika tidak diwaspadai, kebiasaan tersebut dapat berkembang menjadi perilaku yang semakin jauh dari nilai-nilai agama.

Ia menilai ketakwaan perlu diterapkan dalam seluruh aktivitas, termasuk ketika menggunakan teknologi dan menjalani kehidupan di ruang digital. “Ketakwaan atau keimanan itu dibawa ke tempat kerja, ke tempat dagang, ke mal, ke tempat rekreasi, ke mana pun,” ujarnya.

Ustaz Deni mengajak masyarakat membangun kebiasaan yang dapat menjadi benteng dari berbagai godaan, antara lain memperbanyak zikir, menjaga lingkungan pergaulan, serta segera menghentikan pikiran atau kesempatan yang mengarah kepada perbuatan dosa. Dengan demikian, penggunaan teknologi dan media sosial tetap dapat ditempatkan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari tanpa melalaikan kewajiban dan nilai-nilai agama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....