Kemenag Lebak Dorong KKG Jadi Motor Transformasi Guru PAI di Era Digital
- 18 Sep 2026 13:25 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak – Kementerian Agama Kabupaten Lebak mendorong Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) tidak sekadar menjadi wadah administratif, tetapi berkembang sebagai komunitas belajar profesional yang mampu menggerakkan transformasi pembelajaran di era digital. Dorongan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, Badrusalam, saat menghadiri kegiatan Pembinaan Guru PAI yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Diseminasi Deep Learning Berbasis IT dan Sosialisasi Aplikasi Siaga Pendis bagi Guru PAI, di Gedung Serba Guna Desa Cikareo, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, Kamis 17 September 2026
Perubahan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga perlu mampu menghadirkan proses belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.
“Guru bukan hanya seseorang yang menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, akhlak, sikap, dan kepribadian peserta didik,” ujar Badrusalam.
Khusus bagi Guru PAI, peran tersebut menjadi semakin strategis karena pembelajaran agama tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga penanaman nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, dan moderasi beragama. Badrusalam menegaskan, transformasi Guru PAI harus berjalan seiring antara peningkatan kemampuan profesional, pemanfaatan teknologi informasi, dan penguatan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
“Guru PAI hendaknya tidak hanya menjadi pengajar agama, tetapi juga menjadi teladan dalam beragama. Apa yang disampaikan kepada peserta didik harus tercermin dalam sikap dan perilaku kita sehari-hari,” katanya.
Karena itu, ia mengajak Guru PAI memanfaatkan KKG sebagai ruang bersama untuk belajar, bertukar pengalaman, memecahkan persoalan pembelajaran, sekaligus melahirkan inovasi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.
Badrusalam mengingatkan agar keberadaan KKG tidak berhenti pada aktivitas pertemuan dan penyelesaian administrasi. Menurutnya, KKG perlu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kapasitas guru dan kualitas pembelajaran PAI.
"Jangan sampai KKG hanya menjadi tempat berkumpul dan melaksanakan kegiatan administratif. Jadikan KKG sebagai komunitas belajar profesional yang benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas guru dan kualitas pembelajaran PAI,” ucapnya.
Penguatan kapasitas tersebut menjadi salah satu fokus kegiatan pembinaan Guru PAI yang diikuti guru PAI SD dari Kecamatan Cileles, Banjarsari, Gunungkencana, Cijaku, Cirinten, dan Bojongmanik. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para guru untuk memahami perkembangan pembelajaran berbasis teknologi serta pendekatan pembelajaran yang menempatkan pengalaman dan kebutuhan peserta didik sebagai bagian penting dalam proses pendidikan.
Ketua KKG PAI SD Kabupaten Lebak, Nurfalah Al-Fajri, mengatakan kegiatan pembinaan merupakan bagian dari program KKG PAI yang mendapat dukungan dari Guru PAI se-Kabupaten Lebak. Ia berharap sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kabupaten Lebak terus diperkuat, terutama dalam pengembangan kompetensi dan keberlangsungan karier Guru PAI, termasuk guru yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).
“Guru PAI mempunyai orang tua dua. Kita dilahirkan dan diangkat sebagai Guru PAI oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak. Karena itu, kami mohon Kementerian Agama dapat mengakomodir teman-teman kita yang belum PPG,” ujar Nurfalah.
Ia meminta dukungan Kementerian Agama serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar Guru PAI dapat terus mengikuti perkembangan pendidikan dan tidak tertinggal dalam menghadapi perubahan. “Kami siap bersaing untuk memajukan pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam, demi mencerdaskan anak bangsa dan membentuk generasi yang berakhlakul karimah di Kabupaten Lebak,” katanya.
| Baca juga: MIN 1 Lebak Lepas 84 Siswa Berprestasi |
Wakil Ketua PGRI Kabupaten Lebak, Asep Zaenal Arifin, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan PGRI Kabupaten Lebak menjalankan organisasi dengan tiga prinsip utama, yakni kolaboratif, inklusif, dan welas asih. Prinsip kolaboratif, kata Asep, diwujudkan melalui kerja sama dengan berbagai organisasi, asosiasi guru, dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kompetensi maupun kesejahteraan guru.
Sementara prinsip inklusif diwujudkan dengan membuka ruang bagi guru dari berbagai jenjang untuk bersama-sama membangun organisasi profesi. Adapun prinsip welas asih diarahkan untuk membangun rasa kebersamaan sebagai satu keluarga besar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Doddy Irawan, menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum untuk duduk bersama dalam membahas sekaligus mencari solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan, termasuk pendidikan agama Islam. “Ini merupakan momentum sejarah, kita duduk bersama untuk menyelesaikan berbagai masalah dan tantangan pendidikan agama Islam,” katanya.
Doddy menekankan pentingnya keteladanan dalam pendidikan. Menurutnya, guru tidak cukup hanya menyampaikan nilai-nilai kebaikan melalui ucapan, tetapi harus menerjemahkannya dalam tindakan. “Dalam pendidikan yang beradab, kita dituntut untuk berbuat baik. Jangan hanya ucapan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan,” ucapnya.
Penguatan kompetensi kemudian diwujudkan melalui sejumlah materi. Pengawas PAI Kemenag Lebak, Nidaul Hasanah, menyampaikan materi “Transformasi GPAI Menuju Pembelajaran Bermakna”, sedangkan Pelaksana Seksi PAIS, Empid HR dan Angga Adiyana, memberikan sosialisasi Aplikasi Siaga Pendis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....