Ada Perjuangan yang Tak Terlihat di Balik Usaha

  • 18 Sep 2026 13:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Menjadi pengusaha tidak selalu tentang kesuksesan, ramainya pelanggan, maupun bertambahnya cabang usaha. Di balik perjalanan tersebut, terdapat perjuangan menjaga mental, menghadapi kondisi usaha yang naik turun, hingga berani mengambil keputusan di tengah keterbatasan modal.

Owner Hello Drink, Arif Nur Hakim mengatakan, membangun Hello Drink juga menjadi salah satu keputusan berisiko karena dilakukan ketika usaha sebelumnya sedang mengalami penurunan. Bahkan, saat itu kondisi modal yang dimilikinya cukup terbatas sehingga keputusan tersebut berada pada posisi yang menurutnya hampir seimbang antara kemungkinan untung dan rugi.

"Uang pun minim berarti kan. Saya ngambil keputusan itu pun udah benar-benar di ambang fifty-fifty, antara rugi dan untung. Akhirnya saya ambil keputusan itu, ya udah berani aja," ujar Arif, Kamis, 17 September 2026.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar dalam menjalankan usaha adalah menjaga kekuatan mental. Kondisi bisnis yang tidak selalu stabil membuat seorang pengusaha harus siap menghadapi masa ketika penjualan sepi maupun hasil yang belum sesuai harapan.

"Harus kuat-kuat mental di situ. Ya, itu yang pertama mental yang pondasinya itu mental. Harus kuat mental dan kurangin gengsi," katanya.

Arif juga mengaku, waktu yang seharusnya digunakan untuk beristirahat terkadang justru dimanfaatkan untuk berdiskusi bersama istrinya. Setelah anak mereka tidur, keduanya membicarakan berbagai kemungkinan inovasi agar usaha tetap berkembang. Menurutnya, diskusi tersebut tidak cukup hanya menjadi wacana, tetapi harus dilanjutkan dengan praktik.

Perjuangan lainnya muncul ketika harus mempromosikan produk. Arif mengakui pernah merasakan gengsi ketika harus menawarkan dagangan, terutama karena sebagian teman sekolahnya memilih bekerja setelah lulus, sementara dirinya memilih berjualan. Namun, kebutuhan untuk mempertahankan kehidupan dan usaha membuatnya belajar mengesampingkan rasa malu tersebut.

"Akhirnya ya udah, bahasa kasarnya ya, lu gengsi, lu lapar. Gitu kalau menurut saya. Jadi ya udah, ngapain sih malu? Ini usaha kita kok," ucap Arif.

Bagi Arif, perjalanan menjadi pengusaha juga membutuhkan keberanian untuk terus belajar, menerima kritik, dan melakukan inovasi. Saat menghadapi kondisi sulit, ia memilih tidak berhenti, melainkan mencari cara agar usaha tetap berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....