Lunturnya Bahasa Daerah di Kota Serang Masuk Tahap Mengkhawatirkan
- 18 Sep 2026 06:27 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mengambil langkah strategis untuk melawan ancaman kepunahan Bahasa Jawa Serang di kalangan generasi muda. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, menetapkan penguatan bahasa ibu sebagai bagian krusial dalam kurikulum pembelajaran sekolah dasar hingga menengah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Ahmad Nuri, menegaskan Pemkot telah meluncurkan program 'Rebo Nyasrang', yakni kewajiban menggunakan Bahasa Jawa Serang setiap hari Rabu di seluruh satuan pendidikan. Kebijakan ini ditargetkan berdampak langsung pada karakter ratusan ribu anak didik.
"Di satuan pendidikan, kita melaksanakan penggunaan Bahasa Jawa Serang setiap hari Rabu. Target kita, dari total 100 ribu siswa SD dan SMP di Kota Serang, minimal mereka bisa melestarikan bahasa ibu tersebut. Harapannya FTBI bukan sekadar seremonial, tetapi membentuk karakter," ujar Ahmad Nuri, Kamis 17 September 2026.
Dukungan Pemerintah Kota Serang terhadap pelestarian ini dipastikan tidak setengah-setengah. Asisten Daerah (Asda) 2 Kota Serang, Yudi Suryadi, menegaskan pemerintah Kota Serang siap mengawal aspek legalitas kurikulum tersebut.
"Kita akan dukung penuh bahasa daerah dijadikan muatan lokal dalam langkah pembelajaran di masing-masing sekolah," kata Yudi.
Melalui sinergi ini, Pemkot Serang dan Kantor Bahasa Provinsi Banten berharap kebijakan muatan lokal mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda pada bahasa ibunya. Pelestarian ini sekaligus ditargetkan membentuk karakter anak didik yang tetap memegang teguh akar budaya di tengah arus modernisasi.
Widyabasa Ahli Pertama Kantor Bahasa Provinsi Banten, Flora Sinamo, mengatakan tren penurunan penggunaan bahasa ibu terus terjadi setiap tahun. Kondisi ancaman bahasa daerah di Banten saat ini tergolong mengkhawatirkan.
Menurutnya, mayoritas generasi muda hanya menjadi penutur pasif. "Kondisinya sangat mengkhawatirkan. Generasi muda tidak lagi menggunakan bahasa daerah. Kalaupun menggunakan hanya penutur pasif, sekadar mengerti tetapi tidak bisa mengucapkannya," ujar Flora. (Fatimah Raihani Afifi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....