Sanggar Puspa Arum Tekankan Pentingnya Karakter Anak
- 13 Sep 2026 13:37 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Sanggar Puspa Arum menekankan pentingnya memahami karakter anak dalam proses pembinaan seni tari sejak usia dini. Pendekatan tersebut diterapkan agar setiap anak dapat mengikuti proses latihan sesuai kemampuan sekaligus tetap menikmati kegiatan seni tari.
Pelatih sekaligus Pemilik Sanggar Puspa Arum, Hendrik Amatiyah Rumsujiwati atau Bunda Wati mengatakan, setiap peserta didik memiliki karakter berbeda yang dipengaruhi latar belakang keluarga dan kebiasaan masing-masing. Karena itu, pelatih perlu menyesuaikan cara mendampingi anak selama mengikuti latihan.
| Baca juga: Inara, Penari Cilik dengan Puluhan Prestasi |
Menurut Bunda Wati, pelatih tidak hanya bertugas mengajarkan teknik tari. Anak juga perlu dibentuk melalui latihan, pengolahan tubuh, kedisiplinan, serta pengalaman mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan. Pendekatan tersebut dilakukan untuk melihat sekaligus mengembangkan potensi setiap peserta didik.
“Sebagai pelatih harus memahami karakter peserta didik. Mereka punya karakter masing-masing, ada yang mungkin dimanja, ada yang mandiri. Itu yang harus dimengerti oleh kita, jadi penanganannya pun beda-beda,” ujarnya dalam program Idola Anak bersama Pro 1 RRI Banten, Minggu, 13 September 2026.
Sanggar Puspa Arum menerima peserta didik mulai usia lima tahun. Namun, Bunda Wati menyebut terdapat pula anak yang mulai dikenalkan dengan kegiatan tari pada usia lebih muda. Pendampingan bagi anak usia dini dilakukan dengan pendekatan yang berbeda karena dunia mereka masih lekat dengan bermain.
Dalam pembinaan, sanggar juga menanamkan keberanian berkompetisi dan kesiapan menerima hasil perlombaan. Anak yang mengalami kekalahan tidak diarahkan untuk berhenti, tetapi menjadikannya sebagai dorongan untuk memperbaiki kemampuan. Salah satu hal yang ditekankan adalah penguasaan tiga unsur tari, yakni wiraga, wirama, dan wirasa.
Lebih lanjut Bunda Wati jmengingatkan orang tua untuk memberikan dukungan apabila melihat anak memiliki ketertarikan terhadap seni tari. Menurutnya, anak perlu memiliki rasa suka terlebih dahulu agar proses belajar dapat berjalan lebih mudah. Dukungan keluarga kemudian menjadi bagian penting dalam menjaga semangat anak berlatih dan berprestasi.
“Kalau bisa mamanya mendukung, anaknya juga suka dulu, itu akan cepat untuk belajar menari,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....