Radio yang Selalu Punya Cerita

  • 12 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Radio tidak hanya berfungsi sebagai media informasi dan hiburan, tetapi juga menyimpan kenangan penting bagi jutaan pendengarnya di Indonesia.
  • Program Sore Ceria Pro 2 FM Banten menggelar diskusi khusus pada Jumat, 11 September 2026 untuk memperingati Hari Radio Nasional dengan menghadirkan cerita-cerita dari pegiat radio.
  • Pengalaman mendengarkan radio di era sebelum perkembangan teknologi digital masih menjadi bagian bersejarah yang dikenang dan dibagikan oleh generasi pendengar setia.

RRI.CO.ID, Serang - Radio tidak hanya menjadi media untuk mendapatkan informasi dan hiburan, tetapi juga menyimpan berbagai kenangan bagi pendengarnya. Pengalaman mendengarkan radio, mengirim salam, hingga melakukan request lagu menjadi bagian dari cerita yang masih dikenang hingga saat ini.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Sore Ceria Pro 2 FM Banten dalam rangka memperingati Hari Radio Nasional pada Jumat, 11 September 2026. Sejumlah pegiat radio turut berbagi cerita mengenai pengalaman mendengarkan radio pada masa sebelum berkembangnya teknologi digital seperti sekarang.

Salah seorang penyiar radio di Kota Serang, Fitri Nurul mengatakan, salah satu kenangan yang dibahas adalah kebiasaan pendengar melakukan request lagu melalui telepon. Bahkan, pada masa tertentu, pendengar harus menggunakan telepon umum dengan koin untuk menghubungi radio.

“Bahkan di jaman dulu lebih menarik. Ibuku pernah cerita, selain melalui telepon, request lagu pada masa sebelumnya juga dilakukan menggunakan kertas. Jadi, pendengar harus datang langsung ke stasiun radio untuk menuliskan permintaan lagu dan pesan yang ingin disampaikan," kata dia.

"Sementara di zaman aku, era 2000-an, request lagu di radio sudah pakai sms. Banyak banget orang-orang anak muda zaman itu pada kirim salam terus request lagu dan itu pasti dikirimkan ke orang yang spesial,” ucap Fitri.

Menurut Fitri, mengirim salam dan request lagu ke radio memiliki pengalaman tersendiri karena pendengar tidak hanya meminta lagu, tetapi juga menyampaikan pesan kepada seseorang yang dituju. Pesan tersebut kemudian dibacakan oleh penyiar sehingga nama pengirim maupun penerima dapat terdengar oleh pendengar radio lainnya.

Penyebutan nama oleh penyiar bahkan menjadi momen yang dinantikan. Bagi pendengar, ketika nama mereka disebut di udara, muncul perasaan senang karena pesan yang dikirimkan akhirnya benar-benar tersampaikan melalui siaran radio.

“Dengan dia cuma nyebutin nama tanpa harus dengar suaranya, cuma dibacain pesannya, terus kita tuh kalau kita yang di-mention pasti senyum-senyum. Itu namanya iya, jadi merasa kayak, ih ini gue, gue spesial banget,” kata Fitri.

Meski cara berinteraksi telah berubah, kenangan mengirim salam dan request lagu melalui radio tetap memiliki nilai emosional bagi pendengarnya. Radio dinilai tidak hanya menghadirkan musik, tetapi juga menciptakan ruang komunikasi yang membuat pendengar merasa dekat dengan penyiar maupun orang yang menjadi tujuan pesan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....