Mengapa Otak Manusia Sulit Move On dari Kenangan Menyakitkan
- 18 Mei 2026 11:14 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Kenangan menyakitkan sering kali sulit dilupakan meski peristiwanya sudah lama berlalu. Kondisi tersebut membuat sebagian orang terus mengingat pengalaman buruk meski sebenarnya ingin segera move on dan melanjutkan hidup dengan tenang.
Dalam dunia psikologi, hal ini berkaitan dengan cara otak menyimpan memori yang memiliki keterikatan emosional sangat kuat. Semakin besar emosi yang dirasakan saat suatu peristiwa terjadi, maka ingatan tersebut biasanya tersimpan lebih lama di otak.
Seorang Psikolog asal Kota Serang, Lian mengatakan bahwa otak manusia cenderung lebih mudah mengingat pengalaman yang memicu emosi negatif. “Perasaan sedih, kecewa, maupun trauma biasanya meninggalkan kesan emosional lebih kuat dibandingkan pengalaman biasa dalam kehidupan.” ujarnya kepada RRI, Senin 18 Mei 2026.
Menurutnya, otak menganggap pengalaman menyakitkan sebagai bentuk ancaman sehingga memori tersebut terus dipertahankan secara tidak sadar. Hal inilah yang membuat seseorang sering kembali mengingat kejadian lama meski sebenarnya ingin melupakan pengalaman itu sepenuhnya.
Selain faktor emosional, lingkungan sekitar juga sering memicu munculnya kembali kenangan yang pernah dialami seseorang di masa lalu. Lagu tertentu, tempat tertentu, bahkan aroma tertentu dapat membuat seseorang kembali teringat pada pengalaman yang menyakitkan.
Rina menjelaskan proses move on membutuhkan waktu karena otak perlu beradaptasi dengan perubahan emosi dan kondisi kehidupan baru. “Tidak semua orang bisa pulih dengan cepat karena setiap individu memiliki cara berbeda dalam memproses luka emosional,” katanya.
Namun, ada juga sebagian orang yang terlihat lebih mudah melupakan pengalaman menyakitkan dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa. Menurut Rina, hal tersebut biasanya dipengaruhi kemampuan seseorang dalam mengelola emosi dan menerima keadaan yang telah terjadi.
Ia menjelaskan seseorang yang memiliki dukungan sosial baik cenderung lebih cepat pulih dari pengalaman emosional yang berat. Selain itu, pola pikir yang lebih terbuka juga membantu seseorang melihat masalah sebagai bagian dari proses kehidupan.
Dalam beberapa penjelasan psikologi, seseorang yang sulit move on juga kerap hanya mengingat sisi menyenangkan dari pengalaman masa lalunya. Akibatnya, otak cenderung mengabaikan hal-hal buruk sehingga kenangan tersebut terasa lebih sulit untuk dilepaskan.
Sebaliknya, orang yang lebih mudah move on biasanya mampu menerima kenyataan dan tidak terus menerus menyalahkan diri sendiri. Mereka juga cenderung lebih fokus menjalani aktivitas baru dibanding terus mengulang kenangan lama di dalam pikiran.
Menurutnya, mengalihkan perhatian dengan aktivitas positif dapat membantu seseorang perlahan mengurangi fokus terhadap kenangan buruk yang dialami sebelumnya. Selain itu, dukungan dari keluarga maupun teman dekat juga dinilai penting dalam membantu proses pemulihan emosional seseorang.
Ia menambahkan memendam perasaan terlalu lama justru dapat membuat seseorang semakin sulit keluar dari pengalaman menyakitkan tersebut. Karena itu, mengekspresikan emosi dengan cara sehat dinilai dapat membantu pikiran menjadi lebih tenang dan perlahan pulih.
Meski sulit dilupakan, kenangan menyakitkan sebenarnya dapat menjadi bagian penting dari proses pembelajaran dalam kehidupan seseorang. Dengan memahami dan menerima pengalaman tersebut, seseorang biasanya akan lebih mudah menjalani kehidupan baru secara perlahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....