Wabup Amir Hamzah Ziarah ke Makam Pendiri dan Situs Sejarah Lebak
- 05 Sep 2026 06:21 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus berupaya menggali dan melestarikan nilai-nilai sejarah serta jejak perjalanan pemerintahan daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat identitas sejarah daerah sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengunjungi makam para pendiri Kabupaten Lebak dan situs bekas ibu kota daerah. Dalam hal ini, Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengunjungi Makam Patih Derus atau Ki Buyut Derus di Desa Lebak Parahiyang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Kamis, 3 September 2026.
Pada kunjungan tersebut, Amir Hamzah juga meninjau situs bekas Ibu Kota Lebak yang berada di kawasan yang sama. Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengenang sekaligus menggali kembali sejarah perjalanan Kabupaten Lebak.
Amir Hamzah mengatakan, keberadaan para pendiri daerah tidak cukup hanya dikenang melalui catatan sejarah. Ia mengatakan, ziarah dan kunjungan langsung ke makam para tokoh sejarah menjadi salah satu cara untuk menghargai jasa para pendahulu.
"Sejarah merupakan bagian penting dari identitas daerah. Karena itu, kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga, merawat, dan mengenalkan situs-situs bersejarah kepada generasi penerus," ujar Amir Hamzah.
Ia menilai keberadaan makam dan situs bersejarah memiliki arti penting dalam memperkuat identitas Kabupaten Lebak. Selain menjadi penanda perjalanan masa lalu, situs sejarah juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
Generasi penerus diharapkan dapat mengetahui sejarah daerah serta memahami perjuangan tokoh-tokoh yang memiliki peran dalam perjalanan Kabupaten Lebak. Patih Derus atau Ki Buyut Derus diketahui memiliki nama asli Ki Ngabehi Bahu Pringga.
Ia merupakan putra Pangeran Astapati, seorang panglima perang Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Banten ke-XI, Sultan Haji. Pangeran Astapati sendiri berasal dari wilayah Kanekes dan dipercaya memiliki peran dalam perjuangan serta perjalanan sejarah Kesultanan Banten.
Patih Derus merupakan wakil dari Raden Adipati Tubagus Jamil atau Pangeran Sanjaya. Pangeran Sanjaya diketahui memerintah wilayah Lebak pada periode 1819 hingga 1830. Jejak sejarah tersebut menjadi bagian penting yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Lebak.
Amir Hamzah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan kunjungan ke makam dan situs bersejarah tersebut. Ia berharap keberadaan situs-situs sejarah di Kabupaten Lebak terus mendapatkan perhatian dari pemerintah maupun masyarakat.
"Jangan sampai generasi muda kehilangan pengetahuan tentang sejarah daerahnya. Dengan mengenal sejarah, kita dapat lebih menghargai perjuangan para pendahulu," kata Amir Hamzah.
Pelestarian situs sejarah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat. Perawatan dan pengenalan situs sejarah diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya daerah.
Upaya tersebut sekaligus diharapkan memperkuat rasa kebersamaan, identitas daerah, dan kecintaan masyarakat terhadap Kabupaten Lebak. Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk terus mendorong perhatian terhadap berbagai situs dan peninggalan sejarah sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....