Jangan Tunggu Berisik, Kekurangan Oli Bisa Bikin Mesin Mobil Rusak Parah
- 31 Agt 2026 09:10 WIB
- Banten
RRI.CO.ID. Serang – Oli mesin sering disebut sebagai “darah” bagi kendaraan. Cairan ini bertugas melumasi komponen-komponen yang terus bergerak, membantu mengendalikan panas, sekaligus mengurangi gesekan di dalam mesin. Karena itu, ketika volume oli berkurang terlalu jauh, risiko kerusakan mesin bisa meningkat secara signifikan.
“Kekurangan oli jangan dianggap sepele. Kalau oli terlalu sedikit, pelumasan tidak maksimal dan gesekan antar-komponen mesin meningkat. Kalau dibiarkan, komponen di dalam mesin bisa cepat aus dan biaya perbaikannya bisa sangat besar,” ujar seorang mekanik asal Kota Serang, Fatur, Minggu 30 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, oli yang volumenya terlalu rendah dapat membuat pompa oli kesulitan menjaga sirkulasi pelumas secara optimal, terutama ketika kendaraan melewati jalan menanjak, menurun, atau permukaan jalan yang tidak rata. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan bagian-bagian mesin tidak mendapatkan pelumasan yang memadai.
Selain mengurangi pelumasan, kekurangan oli juga dapat membuat kemampuan mesin dalam mengendalikan panas menjadi terganggu. Gesekan yang meningkat membuat temperatur komponen dapat naik dan pada kondisi parah berisiko menyebabkan kerusakan serius.
Fatur mengatakan salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah perubahan suara mesin. Sumber otomotif juga mencatat bahwa suara mesin yang lebih kasar, temperatur mesin meningkat, dan lampu indikator oli menyala dapat menjadi tanda adanya masalah pada sistem pelumasan.
“Biasanya mesin terasa lebih kasar atau muncul suara yang tidak seperti biasanya. Kalau sudah terdengar bunyi kasar atau ketukan, jangan terus dipakai. Segera periksa kondisi oli dan bawa ke bengkel,” ucapnya.
Menurut Fatur, kesalahan yang sering dilakukan pemilik kendaraan adalah hanya mengandalkan lampu indikator oli di dashboard. “Jangan menunggu lampu indikator menyala baru mengecek oli. Lampu indikator berkaitan dengan sistem tekanan oli, jadi pemeriksaan level secara berkala tetap penting,”tuturnya.
Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan dipstick, jika kendaraan dilengkapi alat tersebut. Posisi mobil sebaiknya berada di permukaan yang rata, kemudian level oli diperiksa dan dipastikan berada dalam rentang MIN dan MAX sesuai petunjuk kendaraan.
Fatur juga mengingatkan agar pemilik mobil tidak terbiasa hanya menambahkan oli setiap kali volumenya berkurang tanpa mencari penyebabnya. Oli dapat berkurang karena berbagai sebab, antara lain kebocoran atau oli masuk ke ruang bakar akibat keausan komponen tertentu. Jika oli terus berkurang dalam waktu relatif singkat, kendaraan sebaiknya diperiksa di bengkel.
“Kalau oli berkurang sedikit dan memang waktunya belum ganti, bisa dilakukan penambahan sesuai spesifikasi. Tetapi kalau setiap beberapa ratus atau seribu kilometer selalu berkurang banyak, itu harus dicari penyebabnya. Bisa saja ada kebocoran atau masalah di dalam mesin,” ucap Fatur.
Fatur menyarankan pemilik mobil membiasakan diri memeriksa oli sebelum melakukan perjalanan jauh. Pemeriksaan sederhana tersebut dapat membantu mendeteksi masalah lebih awal. “Sebelum perjalanan jauh, buka kap mesin dan cek oli. Lima menit untuk memeriksa bisa menyelamatkan kita dari biaya perbaikan mesin yang sangat mahal,” tuturnya.
Ia menegaskan, menjaga volume oli bukan berarti mengisi sebanyak-banyaknya. Oli yang terlalu banyak juga dapat menimbulkan masalah, sehingga pengisian harus mengikuti kapasitas dan spesifikasi yang ditentukan pabrikan. “Intinya, oli harus pas, kualitasnya sesuai, dan penggantiannya jangan terlambat. Jangan tunggu mesin rusak baru peduli dengan oli,” ucap Fatur.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....