Lampu DRL Buat Mobil Lebih Mudah Terlihat di Jalan

  • 07 Sep 2026 08:07 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Daytime Running Light (DRL) memiliki fungsi utama sebagai penanda keberadaan kendaraan, bukan sekadar pemanis tampilan atau pengganti lampu utama.
  • DRL berfungsi meningkatkan visibilitas kendaraan pada siang hari dan membantu pengendara lain mengenali kehadiran kendaraan, terutama dari arah berlawanan.
  • Lampu DRL menyala secara otomatis ketika mesin kendaraan hidup dan memainkan peran penting dalam meningkatkan keselamatan berkendara di jalan raya.

RRI.CO.ID. Serang – Deretan lampu pada mobil memiliki fungsi masing-masing. Salah satu yang sering dianggap hanya sebagai pemanis tampilan adalah Daytime Running Light (DRL). Padahal, lampu yang biasanya menyala otomatis ketika mesin kendaraan hidup ini memiliki peran penting dalam membantu meningkatkan visibilitas kendaraan pada siang hari.

DRL berfungsi terutama sebagai penanda keberadaan kendaraan, bukan sebagai pengganti lampu utama untuk menerangi jalan. “Banyak yang mengira DRL hanya untuk membuat mobil terlihat lebih modern. Sebenarnya fungsi utamanya adalah membuat keberadaan mobil lebih mudah terlihat oleh pengendara lain, terutama dari arah berlawanan,” ujar seorang mekanik mobil di Kota Serang, Fatur, Minggu, 6 September 2026.

DRL memang dirancang untuk menyala pada siang hari dengan intensitas yang cukup agar kendaraan lebih mudah dikenali. Sejumlah sumber otomotif juga menjelaskan bahwa DRL dapat meningkatkan visibilitas kendaraan dan membantu pengendara lain lebih cepat menyadari keberadaan kendaraan di sekitarnya.

Fatur menjelaskan, kondisi jalan pada siang hari tidak selalu memiliki tingkat visibilitas yang sama. Ketika kendaraan melintas di jalan yang teduh, kawasan perkotaan, terowongan, atau kondisi cuaca yang membuat pandangan berkurang, keberadaan DRL dapat membantu kendaraan lebih mudah dikenali.

“Misalnya kita sedang berkendara di jalan dua arah. Kendaraan dari depan dengan DRL menyala akan lebih cepat terlihat. Ini penting untuk membantu pengemudi memperkirakan keberadaan dan posisi kendaraan lain,” ucapnya.

Menurut Fatur, fungsi tersebut menjadi semakin penting ketika kendaraan bergerak dengan kecepatan tertentu karena pengemudi membutuhkan waktu untuk mengenali kendaraan lain dan mengambil keputusan. Meski menyala terang, Fatur mengingatkan bahwa DRL tidak dirancang untuk menggantikan fungsi headlamp.

“DRL itu untuk terlihat, bukan untuk melihat. Kalau malam hari atau kondisi gelap, tetap gunakan lampu utama. Jangan mengandalkan DRL saja,” ujarnya.

Hal tersebut penting karena lampu utama memiliki fungsi menerangi area jalan di depan kendaraan, sedangkan DRL lebih berfungsi sebagai penanda posisi kendaraan pada siang hari. Pada sejumlah kendaraan modern, DRL bahkan dibuat menyala otomatis ketika mesin kendaraan aktif. Sistem tersebut membuat pengemudi tidak perlu terus-menerus mengingat untuk menyalakannya ketika berkendara pada siang hari.

Fatur mengingatkan pemilik mobil yang melakukan modifikasi DRL agar tidak mengubahnya secara berlebihan. Penggunaan LED tambahan dengan intensitas terlalu tinggi atau pemasangan yang tidak sesuai dapat membuat cahaya menyilaukan pengguna jalan lain. Karena itu, modifikasi sebaiknya tetap mempertahankan fungsi keselamatan dan karakter pencahayaan kendaraan.

“Kalau mau modifikasi DRL boleh saja, tetapi jangan sampai terlalu menyilaukan. Lampu kendaraan bukan hanya untuk kepentingan pemilik mobil, tetapi juga harus mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan lainnya,” kata Fatur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....