Teman Kisah Kasih Kemas Aksi Sosial yang Kreatif
- 29 Agt 2026 09:41 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Komunitas Teman Kisah Kasih mengemas kegiatan sosial dengan konsep kreatif dan berbeda pada setiap agenda. Komunitas yang dibentuk pada Februari 2026 ini berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga pengalaman dan interaksi positif bagi penerima manfaat.
Founder Teman Kisah Kasih, Aulia Rahmadani, mengatakan gagasan membentuk komunitas sosial telah muncul sebelum Teman Kisah Kasih berdiri. Keinginan tersebut semakin kuat setelah dirinya terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat dan mendapat kesempatan mengelola program sosial.
Aulia sebelumnya bergabung dalam Forkoma UI Banten dan menjadi kepala departemen pengabdian masyarakat. Dari pengalaman tersebut, ia semakin terdorong untuk merealisasikan keinginannya memiliki komunitas sosial sendiri.
“Sebenarnya aku pengen banget nih punya komunitas sosial,” ujar Aulia dalam program talkshow Jaga Malam RRI Pro 2 Banten, Kamis, 27 Agustus 2026.
Dalam pelaksanaannya, Teman Kisah Kasih berupaya membuat setiap kegiatan memiliki konsep berbeda. Head of Community Teman Kisah Kasih, Najwa Rizkia, bersama tim bertugas merancang berbagai kegiatan sekaligus menentukan penanggung jawab pada setiap agenda.
Menurut Najwa, konsep yang berbeda diperlukan agar kegiatan tidak monoton dan penerima manfaat maupun volunteer mendapatkan pengalaman yang beragam.
| Baca juga: Keluarga Sekolah Pertama Kelola Emosi |
“Kita sebisa mungkin untuk berbeda setiap episodenya,” kata Najwa.
Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan antara lain kunjungan ke panti jompo di bawah Dinas Sosial Kota Serang, kegiatan bersama anak-anak panti, hingga agenda yang memadukan permainan dan edukasi.
Konsep kegiatan juga disesuaikan dengan penerima manfaat. Salah satunya dengan mengajak anak-anak panti mengikuti kegiatan bermain air sekaligus mendapatkan edukasi dari petugas pemadam kebakaran Kota Serang. Kegiatan lain dikemas dalam bentuk cooking class yang dilengkapi permainan dan edukasi.
Sementara itu, Head of Finance and Logistics Teman Kisah Kasih, Rahmadita, mengatakan aspek pembiayaan menjadi salah satu hal yang turut diperhitungkan dalam menyusun kegiatan. Pengurus melakukan diskusi untuk menyesuaikan kebutuhan program dengan biaya yang tersedia.
“Dengan biaya segini nih kita tuh dapat apa ya kira-kira, itu kita discuss juga sebenarnya sama Kak Aulia sama Kak Najwa,” ujar Rahmadita.
Rahmadita menjelaskan, biaya kontribusi volunteer dibuat berbeda sesuai kebutuhan setiap kegiatan. Meski demikian, komunitas berupaya menjaga biaya tetap terjangkau agar semakin banyak anak muda dapat ikut berpartisipasi.
Teman Kisah Kasih membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi volunteer dengan persyaratan minimal berusia 17 tahun. Informasi mengenai kegiatan dan pendaftaran volunteer dapat dipantau melalui sosial media Teman Kisah Kasih.
Ke depan, komunitas berharap jumlah volunteer semakin bertambah sehingga kegiatan sosial dapat dilaksanakan lebih banyak dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....