Relawan Muda Hadapi Tantangan Bangun Pendidikan Nonformal
- 15 Apr 2026 23:01 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Peran relawan muda dalam meningkatkan kualitas pendidikan nonformal di Indonesia tidak lepas dari berbagai tantangan di lapangan. Hal ini dirasakan langsung oleh Komunitas Teman Mengajar Indonesia yang aktif mengedukasi anak-anak sekolah dasar di berbagai daerah, termasuk Provinsi Banten.
Dalam program Talkshow Jaga Malam RRI Pro 2 Banten, HRD Teman Mengajar Indonesia, Abu Qosim, mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam menjaga komitmen relawan. “Kadang ada yang sudah daftar, sudah fix, tapi hari H tidak datang,” ujarnya, Rabu 15 April 2026.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada efektivitas pelaksanaan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga distribusi konsumsi yang sudah disiapkan sebelumnya. Founder Teman Mengajar Indonesia, Nafila Putri Awalia, menambahkan bahwa membangun komunitas relawan bukan perkara mudah dan membutuhkan proses panjang. Ia menyebutkan bahwa dari awalnya lebih dari 30 anggota aktif, kini disaring menjadi sembilan pengurus inti demi menjaga efektivitas organisasi.
Selain tantangan internal, relawan juga dihadapkan pada kondisi nyata di lapangan yang cukup memprihatinkan. Nafila mengungkapkan masih rendahnya pemahaman dasar anak-anak terhadap pengetahuan umum. “Pernah kita tanya Presiden pertama Indonesia, ada yang jawab Jokowi,” katanya.
Hal ini menjadi motivasi tersendiri bagi para relawan untuk terus berkontribusi, meskipun harus menghadapi berbagai dinamika saat mengajar, seperti anak-anak yang sulit fokus hingga suasana kelas yang kurang kondusif. Dalam menyiasati hal tersebut, Teman Mengajar Indonesia menerapkan metode belajar yang lebih fleksibel dan menyenangkan, seperti permainan edukatif dan pemberian reward sederhana untuk meningkatkan partisipasi siswa. “Kalau mereka bisa jawab, kita kasih hadiah. Itu memicu semangat mereka,” kata Nafila.
Meski penuh tantangan, komunitas ini tetap menunjukkan konsistensi dalam menjalankan programnya. Hingga saat ini, Teman Mengajar telah melibatkan sekitar 300 relawan dan menjangkau sejumlah daerah di dalam maupun luar Banten.
Abu berharap semakin banyak anak muda yang tergerak untuk ikut berkontribusi dalam dunia pendidikan. “Semoga ke depan semakin banyak yang peduli dan mau terlibat,” ujarnya.
Melalui semangat kolaborasi dan kepedulian sosial, para relawan Teman Mengajar Indonesia terus berupaya menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya bagi anak-anak di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses dan fasilitas belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....