Teladani Rasulullah, Masyarakat Diajak Bijak Bermedia Sosial

  • 25 Agt 2026 16:24 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Deni Rusli, mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Sikap kritis diperlukan agar masyarakat tidak mudah menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Hal tersebut disampaikan Deni Rusli dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa, 25 Agustus 2026.

Ia mengatakan, Rasulullah SAW merupakan teladan dalam membangun kejujuran dan kepercayaan. Nilai tersebut, menurutnya, relevan diterapkan masyarakat saat menerima maupun menyebarkan informasi melalui berbagai platform digital.

“Rasulullah adalah pemimpin yang jujur, Al-Amin. Di tengah era sekarang yang bentar-bentar viral, kita harus mampu berkata benar dan tidak menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya,” katanya.

Deni menilai, kebiasaan langsung membagikan informasi hanya berdasarkan judul atau potongan isi dapat menimbulkan dampak negatif. Informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memunculkan kesalahpahaman, fitnah, bahkan konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, ia mendorong masyarakat melakukan tabayun atau pemeriksaan terlebih dahulu sebelum meneruskan informasi. Menurutnya, pengguna media sosial perlu memastikan sumber, isi, dan konteks informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak membiarkan kecepatan penggunaan jari mengalahkan kemampuan berpikir. Menurutnya, informasi yang diterima melalui grup percakapan maupun media sosial perlu dikaji secara rasional dan disesuaikan dengan nilai keimanan.

“Kalau terima berita, saring dulu, tabayun dulu, validasi dulu sebelum di-sharing. Jangan sampai jempol kita lebih cepat daripada pikiran kita, apalagi daripada iman kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Deni menambahkan, penerapan akhlak Rasulullah di era digital tidak harus dimulai dari hal besar. Masyarakat dapat memulainya dengan berkata jujur, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta menghindari penyebaran kabar yang belum jelas.

Ia berharap masyarakat dapat menjadikan ruang digital sebagai sarana menyebarkan kebaikan, bukan memperbesar persoalan. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga hubungan sosial dan menciptakan lingkungan digital yang sehat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....