Wabup Lebak Ajak Warga Kurangi Konsumsi Makanan Pengganti Nasi
- 20 Agt 2026 12:48 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak — Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengendalikan inflasi, khususnya terhadap komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga. Pengendalian inflasi tidak hanya dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi barang yang mengalami kenaikan harga, tetapi juga melalui perubahan pola konsumsi masyarakat.
“Pengendalian inflasi ini bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat juga bisa ikut berperan, salah satunya dengan mengubah pola konsumsi dan memanfaatkan pangan alternatif yang tersedia di lingkungan sekitar,” ujar Amir Hamzah, Kamis 20 Agustus 2026.
Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah beras. Kenaikan harga beras dapat ditekan apabila masyarakat mulai mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi nasi. Amir menganjurkan masyarakat mengonsumsi makanan pengganti beras, seperti umbi-umbian dan jagung.
“Jangan sampai kita hanya bergantung pada beras. Kita punya banyak pangan lokal seperti jagung dan umbi-umbian yang bisa menjadi sumber karbohidrat. Diversifikasi pangan ini penting untuk mengurangi tekanan terhadap kebutuhan beras sekaligus memanfaatkan potensi pangan lokal,” katanya.
Diversifikasi pangan tidak hanya membantu mengurangi tekanan terhadap kebutuhan beras, tetapi juga dapat menjadi langkah untuk memanfaatkan potensi pangan lokal. Masyarakat Lebak dinilai memiliki banyak pilihan bahan pangan yang dapat diolah sebagai sumber karbohidrat selain beras.
Selain mendorong diversifikasi pangan, Amir Hamzah juga mengajak masyarakat melakukan kegiatan bercocok tanam di sekitar lingkungan tempat tinggal. Lahan di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura.
“Tidak perlu menunggu punya lahan yang luas. Pekarangan, pot, polybag, atau ruang terbatas di sekitar rumah juga bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai dan sayuran,” ujarnya. Cabai menjadi salah satu komoditas yang dinilai dapat ditanam secara mandiri oleh masyarakat karena memiliki kebutuhan yang cukup tinggi.
Amir mengatakan, produksi pangan secara mandiri dapat membantu masyarakat mengurangi pengeluaran rumah tangga. “Hasil tanaman yang kita panen sendiri bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur. Dengan begitu, ketika harga di pasar naik, ketergantungan kita terhadap pembelian komoditas tersebut bisa berkurang,” kata Amir.
Inflasi sayur-mayur, lanjut dia, salah satunya dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar yang tidak diimbangi dengan produksi yang mencukupi. Kondisi itu seharusnya dapat diantisipasi dengan meningkatkan produksi pangan, termasuk melalui keterlibatan masyarakat dalam kegiatan bercocok tanam. “Kalau produksi kita cukup, tekanan akibat tingginya permintaan bisa ditekan. Karena itu, gerakan menanam di lingkungan rumah perlu didorong menjadi kebiasaan masyarakat,” ucapnya.
Selain memenuhi kebutuhan keluarga, hasil bercocok tanam juga berpotensi menjadi sumber tambahan penghasilan apabila produksinya dilakukan secara lebih luas. Amir berharap masyarakat Lebak dapat ikut mengambil bagian dalam upaya pengendalian inflasi melalui perubahan pola konsumsi dan peningkatan produksi pangan. “Pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha maupun masyarakat. Masyarakat bukan hanya sebagai konsumen, tetapi juga bisa menjadi produsen pangan,” katanya.
Amir mengajak masyarakat Lebak menjadikan pemanfaatan lahan sekitar rumah sebagai kebiasaan yang dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga. Langkah sederhana seperti menanam cabai, sayuran, serta mengonsumsi pangan lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Mulai dari hal sederhana di rumah. Menanam cabai, sayuran, dan mengonsumsi pangan lokal adalah langkah kecil, tetapi kalau dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar terhadap ketahanan pangan dan pengendalian inflasi,” ujar Wabup.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....