Waspada Aquaplaning, Bahaya Tersembunyi saat Mobil Melaju di Jalan Tergenang

  • 20 Agt 2026 11:15 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Hujan deras dapat menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang air sehingga meningkatkan risiko aquaplaning bagi pengendara.
  • Aquaplaning terjadi ketika ban kendaraan kehilangan daya cengkeram terhadap permukaan jalan akibat lapisan air di antara ban dan aspal.
  • Mekanik bernama Fatur dari Kota Serang memperingatkan bahwa aquaplaning sangat berbahaya terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi di atas jalan tergenang.

RRI.CO.ID. Serang – Hujan deras dapat membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Kondisi tersebut perlu diwaspadai pengendara karena kendaraan berisiko mengalami aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan sebagian atau seluruh daya cengkeram terhadap permukaan jalan akibat adanya lapisan air di antara ban dan aspal.

Seorang mekanik di sebuah bengkel di Kota Serang, Fatur mengatakan, aquaplaning menjadi salah satu kondisi berbahaya yang dapat menyebabkan kendaraan sulit dikendalikan, terutama ketika mobil melaju dengan kecepatan tinggi di atas jalan yang tergenang.

“Ketika ban melewati genangan dengan kecepatan tinggi, air dapat membentuk lapisan di antara permukaan ban dan jalan. Akibatnya, daya cengkeram ban berkurang dan pengemudi bisa kehilangan kendali,” ujarnya, Kamis, 29 Agustus 2026.

Menurut Fatur, kondisi tersebut dapat membuat kemudi terasa ringan dan respons kendaraan menjadi berbeda dari biasanya. Dalam kondisi yang lebih parah, kendaraan dapat bergerak ke arah yang tidak diinginkan atau bahkan mengalami selip.

“Pengemudi biasanya merasakan setir menjadi lebih ringan. Jangan panik dan jangan melakukan gerakan mendadak, seperti membanting setir atau menginjak rem secara tiba-tiba,” ucapnya.

Ia menjelaskan, risiko aquaplaning dipengaruhi beberapa faktor, antara lain kecepatan kendaraan, kedalaman genangan, kondisi permukaan jalan, serta kondisi dan tekanan ban.

“Ban dengan telapak yang sudah aus memiliki kemampuan membuang air yang lebih rendah. Karena itu, kondisi ban sangat penting, terutama saat musim hujan,” katanya.

Fatur mengimbau pengemudi untuk mengurangi kecepatan ketika melihat genangan air di depan. Selain meningkatkan daya cengkeram, kecepatan yang lebih rendah memberikan waktu lebih banyak bagi pengemudi untuk bereaksi terhadap kondisi jalan.

“Jangan memaksakan melaju cepat ketika melihat genangan. Kurangi kecepatan sebelum masuk genangan dan pegang kemudi dengan stabil,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pengendara agar tidak mengikuti kendaraan lain terlalu dekat ketika melewati jalan basah. Cipratan air dari kendaraan di depan dapat mengganggu pandangan dan semakin meningkatkan risiko kecelakaan.

Selain itu, pemeriksaan tekanan ban secara berkala perlu dilakukan. Tekanan yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat memengaruhi kemampuan ban mencengkeram permukaan jalan.

“Pastikan tekanan dan kondisi ban sesuai rekomendasi. Jika alur ban sudah tipis, sebaiknya segera diganti karena kemampuan membuang air akan semakin berkurang,” tutur Fatur.

Fatur menegaskan, kewaspadaan menjadi kunci ketika berkendara saat hujan. Jika genangan terlalu dalam dan kondisi jalan tidak dapat dipastikan, pengemudi sebaiknya mencari jalur alternatif atau berhenti di tempat yang aman.

“Yang paling penting jangan memaksakan kendaraan melewati genangan yang tidak diketahui kedalamannya. Keselamatan pengemudi dan penumpang harus menjadi prioritas,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....