KB Bukan Sekadar Membatasi Jumlah Anak
- 19 Agt 2026 13:01 WIB
- Banten
Poin Utama
- Program Keluarga Berencana mencakup perencanaan keluarga menyeluruh, bukan hanya pembatasan jumlah anak melainkan persiapan aspek kesehatan, pendidikan, gizi, ekonomi, dan pola pengasuhan.
- Keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal anak dan memiliki peran krusial dalam membentuk kualitas generasi mendatang.
- Perencanaan keluarga perlu dilakukan sejak pasangan memutuskan membangun rumah tangga untuk memastikan kesiapan menyeluruh.
RRI.CO.ID, Serang - Program Keluarga Berencana atau KB tidak hanya berkaitan dengan pembatasan maupun pengaturan jumlah anak, tetapi mencakup perencanaan keluarga secara menyeluruh. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Wasis Dewanto, dalam program Banten Menyapa RRI Pro 1 Banten, Rabu, 19 Agustus 2026.
Wasis menjelaskan, keluarga merupakan lingkungan pertama yang dikenal anak sehingga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas generasi. Karena itu, perencanaan keluarga perlu dilakukan sejak pasangan memutuskan untuk membangun rumah tangga, termasuk mempersiapkan aspek kesehatan, pendidikan, gizi, ekonomi, hingga pola pengasuhan anak.
Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap KB masih perlu diperkuat agar program tersebut tidak hanya dipandang sebagai upaya menjarangkan kelahiran. Perencanaan jarak kelahiran penting untuk memastikan orang tua dapat memberikan perhatian dan kebutuhan anak secara optimal.
“Jadi kalau keluarga, saya kira semuanya bersepakat punya cita-cita mulia. Keluarganya aman, anaknya merasa aman, istrinya merasa aman, ayahnya juga aman,” ucap Wasis.
Ia mengatakan, keluarga yang berkualitas perlu dibangun melalui perencanaan yang matang sejak sebelum pernikahan. Calon pasangan dianjurkan mendiskusikan berbagai hal, mulai dari jumlah anak, kondisi ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga lingkungan yang akan mendukung tumbuh kembang anak.
Lebih lanjut Wasis menambahkan, pemerintah tidak menetapkan pembatasan jumlah anak dalam program KB. Pemerintah lebih mendorong keluarga untuk merencanakan kelahiran berdasarkan kemampuan dan kondisi masing-masing, sehingga orang tua dapat memberikan pengasuhan secara optimal.
Ia menilai perencanaan tersebut semakin penting karena kebutuhan anak tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan dasar. Pendidikan, kesehatan, gizi, perhatian emosional, serta kondisi ekonomi keluarga harus dipersiapkan agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara berkualitas.
“Jadi rencanakanlah secara baik keluarga ke depan, pengaturan anak seperti apa, pola asuh keluarga seperti apa. Dan itu harus dibicarakan secara terbuka dengan pasangan,” ujarnya.
Wasis berharap masyarakat tidak lagi memahami KB sebatas penggunaan alat kontrasepsi. Menurutnya, KB merupakan bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga dan menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Kota Serang maupun Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....