Marching Band SMPN 103 Jakarta Timur Bawa Semangat Pitung ke Istana Negara

  • 18 Agt 2026 20:15 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Marching Band SMPN 103 Jakarta Timur tampil di Istana Negara dalam rangka perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan memadukan unsur budaya Betawi.
  • Penampilan berhasil diwujudkan melalui persiapan intensif dalam waktu singkat berkat kerja sama solid tim pelatih yang terdiri dari Muhammad Hafiz Falqahi dan Robby Surahman Sholeh.
  • Pengalaman tampil di acara tingkat nasional menjadi momen berharga bagi tim pelatih dan para pemain marching band dalam mengembangkan potensi mereka.

RRI.CO.ID, Serang - Penampilan Marching Band SMPN 103 Jakarta Timur dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara menjadi pengalaman berharga bagi tim pelatih dan para pemain. Persiapan yang dilakukan dalam waktu singkat akhirnya dapat diwujudkan melalui penampilan yang memadukan marching band dengan unsur budaya Betawi.

Pelatih section Battery (Alat perkusi) Marching Band SMPN 103 Jakarta Timur, Muhammad Hafiz Falqahi, mengatakan keberhasilan penampilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama tim pelatih. Dalam melatih section battery , Hafiz didampingi partner pelatih perkusi bernama Robby Surahman Sholeh.

Keduanya telah membangun koordinasi sejak awal latihan. Hafiz menyebut pembagian tugas dilakukan agar materi pemain dapat dipersiapkan lebih dahulu, sehingga ketika Robby hadir, latihan dapat difokuskan pada penyempurnaan materi dan visual penampilan.

“Kalau aku sama Robby sendiri dari awal partneran pun kita sudah briefing. Jadi gimana caranya habis ini sudah bikin anak-anak sebersih mungkin. Ketika dia datang, tinggal moles, tinggal ngasih visual, tinggal finishing-finishing,” ujar Hafiz, Senin 17 Agustus 2026.

Menurut Hafiz, salah satu pengalaman paling menantang adalah menghadapi perubahan materi menjelang penampilan. Materi yang sebelumnya telah dipersiapkan harus kembali disesuaikan setelah pihak Istana Negara meminta durasi penampilan menjadi sekitar lima menit.

Perubahan tersebut dilakukan sekitar H-3. Tim pelatih kemudian menyusun ulang bagian-bagian pertunjukan yang harus dipangkas tanpa menghilangkan alur cerita utama. Hafiz mengatakan section perkusi relatif cepat menyesuaikan karena tim pelatih telah melakukan briefing terlebih dahulu. Tantangan berikutnya adalah menyatukan seluruh section dalam proses blending full band.

Penampilan mengangkat kisah Pitung, tokoh jagoan asal Betawi yang menggambarkan perjuangan melawan penjajahan Belanda. Pertunjukan juga menghadirkan aktor Pitung, tokoh Belanda, penari, serta kolaborasi dengan Gambang Kromong untuk memperkuat nuansa budaya lokal.

Sebanyak 103 pemain terlibat dalam penampilan tersebut. Bagi Hafiz, pengalaman tampil di Istana Negara memberikan pelajaran penting mengenai kemampuan beradaptasi dan keberanian mengambil risiko dalam proses kepelatihan.

“Berani ambil risiko. Dari mengambil risiko itu kita bisa belajar. Enggak semuanya mengambil risiko itu buruk, pasti juga ada bagusnya,” katanya.

Hafiz berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi Marching Band SMPN 103 Jakarta Timur untuk terus berprestasi serta mendapat dukungan dalam pengembangan instrumen brass (Alat tiup) ke depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....