Marching Band Sega Ukir Kenangan di Istana Negara

  • 18 Agt 2026 16:10 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang – Penampilan Marching Band Sega dari SMP Negeri 103 Jakarta pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Istana Negara menjadi pengalaman berharga bagi para pemainnya. Meski harus beradaptasi dalam waktu singkat, para anggota mampu menuntaskan penampilan yang mengusung tema Si Pitung.

Salah satu pemain brass (Alat tiup), Arthania Putri Auzora Wijaya mengungkapkan, penampilan tersebut menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam acara formal berskala nasional di Istana Negara.

Ia mengaku sempat merasa gugup karena materi lagu mengalami perubahan mendadak menjelang hari penampilan. Para pemain yang sebelumnya berlatih lagu lain harus menyesuaikan kembali dengan konsep baru yang mengangkat nuansa keindonesiaan.

Menurut Arthania, tantangan terbesar selama persiapan adalah proses adaptasi dari alat musik pianika ke brass. Para pemain harus mempelajari teknik dasar, fingering, hingga menyamakan kualitas tiupan dalam waktu yang relatif singkat. Seluruh persiapan dilakukan melalui latihan intensif selama 13 hari, disertai gladi kotor dan gladi bersih sebelum tampil.

"Tantangan terbesar buat saya adalah belajar fingering dan basic brass, karena sebelumnya kami bermain pianika lalu harus beradaptasi ke alat tiup dalam waktu singkat," katanya, Senin 17 Agustus 2026.

Meski diliputi rasa tegang karena tampil di hadapan masyarakat Indonesia, Arthania mengatakan seluruh anggota berusaha saling mendukung. Mereka mengatasi rasa gugup dengan bercengkerama dan saling mengingatkan materi sebelum memasuki arena pertunjukan.

Arthania menilai, pengalaman tampil di Istana Negara memberikan banyak pelajaran, terutama mengenai pentingnya disiplin waktu dan kerja sama tim. Menurutnya, seluruh anggota belajar untuk saling membantu dalam berbagai kondisi, termasuk saat membawa peralatan yang berat selama proses persiapan dan penampilan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, tim pelatih, pengurus, pihak sekolah, serta seluruh pemain yang telah berjuang bersama hingga dapat tampil di panggung nasional tersebut.

"Bahagia itu enggak selamanya harus senang. Bahagia itu bisa jadi dengan cara belajar bareng-bareng, berjuang ramai-ramai, dan ketawa sama-sama walaupun ada rasa ragu. Semua orang mungkin tidak melihat perjuangan di balik layar, tetapi mereka akan melihat hasil yang kita tampilkan," ujar Arthania.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....