Latihan Intensif Jadi Kunci Tim Robotik Assa’adah
- 17 Agt 2026 06:26 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Tim robotik Assa’adah Islamic Boarding School menerapkan latihan intensif untuk mempersiapkan peserta menghadapi International Islamic University Malaysia (IIUM) Robotic Competition 2026. Persiapan dilakukan dengan menyesuaikan kemampuan peserta, mulai dari coding, building robot, hingga penyusunan strategi pertandingan.
Pelatih robotik Assa’adah, Soni Rizki, mengatakan latihan rutin dilakukan sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Ketika memasuki masa persiapan lomba, intensitas latihan ditingkatkan hingga hampir setiap malam agar peserta semakin siap menghadapi pertandingan.
| Baca juga: Sepatu Roda Jadi Wadah Prestasi Anak Banten |
“Untuk latihan yang wajib itu kita sekitar dua tiga kali dalam seminggu. Namun ketika ada lomba, kita hampir tiap malam untuk bisa berlatih terus,” ujar Soni saat berdialog dalam program Indonesia Layak Anak bersama Pro1 RRI Banten, Minggu, 16 Agustus 2026.
Latihan tidak hanya diarahkan pada kemampuan teknis robot. Peserta juga dibiasakan menjalani proses strategi, uji coba, dan evaluasi. Dalam kategori robot soccer, misalnya, peserta melakukan permainan terlebih dahulu dengan kemampuan masing-masing, kemudian kesalahan yang ditemukan dianalisis untuk menentukan strategi berikutnya.
Sistem pelatihan juga menyesuaikan kemampuan setiap peserta. Soni menjelaskan, peserta yang memiliki kemampuan lebih kuat di bidang coding dapat dipasangkan dengan peserta yang unggul dalam building. Keduanya kemudian saling membantu melalui metode peer teaching.
Lebih lanjut menurut Soni, pola tersebut diterapkan karena kemampuan peserta berbeda-beda. Ada peserta yang lebih cepat dalam merakit robot, sementara peserta lainnya lebih menguasai coding. Pembagian tersebut memungkinkan setiap kemampuan dikembangkan sekaligus saling melengkapi dalam sebuah tim.
Latihan juga harus dilakukan di tengah aktivitas peserta sebagai santri. Waktu untuk pendidikan di pondok, ibadah, dan kegiatan ekstrakurikuler harus dibagi secara konsisten. Karena itu, peserta dituntut memiliki kemampuan mengatur waktu agar latihan robotik tetap berjalan tanpa mengabaikan kegiatan lainnya.
Soni menilai proses latihan tersebut tidak hanya bertujuan mengejar kemenangan. Pengalaman mengikuti kompetisi internasional juga digunakan untuk melatih mental peserta ketika berhadapan dengan lawan dari berbagai negara. “Kalau untuk juara menurut saya bonus, tetapi saya lebih mementingkan bagaimana mental anak,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....