Distan Lebak Kembangkan Ubi Jalar Tiga Kecamatan
- 17 Agt 2026 06:27 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mengembangkan tanaman ubi jalar varietas kuning putih di tiga kecamatan sebagai bagian dari upaya memenuhi ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Pengembangan tanaman pangan tersebut dilakukan di Kecamatan Kalanganyar, Rangkasbitung, dan Cibadak.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Dodi Hermawan, mengatakan pengembangan ubi jalar diarahkan untuk mendukung program swasembada pangan di daerah. Menurut Dodi, ubi jalar juga memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi masyarakat, khususnya petani yang mengembangkan komoditas tersebut.
"Jika produksi 10 ton di harga Rp5.000 per kg, maka menghasilkan pendapatan ekonomi Rp50 juta per hektare," kata Dodi, Sabtu, 15 Agustus 2026. Dengan potensi produksi tersebut, ubi jalar dinilai dapat menjadi salah satu komoditas alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani.
Selain memiliki nilai ekonomi, ubi jalar juga dikembangkan untuk mendukung diversifikasi pangan masyarakat. Selama ini, ubi jalar telah dimanfaatkan sebagai salah satu makanan alternatif pengganti nasi yang berasal dari beras.
Pengembangan komoditas tersebut dinilai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong masyarakat tidak hanya bergantung pada satu sumber pangan pokok. Dodi mengatakan ubi jalar juga dapat menjadi pilihan dalam menu makanan bagi masyarakat yang memperhatikan pola konsumsi dan kebutuhan gizi.
Namun, pemanfaatan ubi jalar untuk kebutuhan kesehatan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu. Dari sisi budidaya, tanaman ubi jalar memiliki keunggulan karena relatif mampu bertahan pada kondisi lahan yang kering, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Dodi menjelaskan tanaman tersebut tidak membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar selama kondisi lahannya sesuai untuk pertumbuhan. "Saya kira tanaman ubi jalar sama dengan ubi kayu bisa ditanam di lahan kering yang lembab, tapi tidak becek. Bisa hidup di lahan sawah," ujarnya.
Karakteristik tersebut membuat ubi jalar berpotensi dikembangkan pada berbagai lahan pertanian yang memenuhi persyaratan budidayanya. Masa tanam hingga panen ubi jalar juga tergolong relatif singkat dibandingkan sejumlah tanaman pangan lainnya.
Tanaman ubi jalar dapat dipanen sekitar 120 hari setelah penanaman. Produktivitasnya disebut dapat mencapai hingga 10 ton per hektare apabila budidaya dilakukan dengan baik dan kondisi pertumbuhan mendukung. Potensi produksi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak untuk terus mengembangkan komoditas ubi jalar.
Di Kecamatan Kalanganyar, pengembangan ubi jalar dilakukan melalui satu kelompok tani yang menjadi sasaran pengembangan komoditas tersebut. Penyuluh pertanian Kecamatan Kalanganyar, Dike Cidrasari, mengatakan ubi jalar di wilayahnya dikembangkan karena memiliki potensi sebagai sumber pangan sekaligus penghasilan masyarakat.
Menurut Dike, keberadaan kelompok tani menjadi bagian penting dalam pengembangan tanaman ubi jalar agar budidaya dapat dilakukan secara lebih terarah. Pengembangan ubi jalar di tiga kecamatan tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kabupaten Lebak.
Dengan dukungan budidaya, pendampingan petani, dan pemanfaatan pasar, ubi jalar varietas kuning putih diharapkan mampu menjadi salah satu komoditas pangan unggulan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....