Allah Tidak Menyia-nyiakan Amal Kebaikan

  • 14 Agt 2026 06:47 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Berbuat baik tidak selalu harus berujung pada ucapan terima kasih, penghargaan, atau balasan dari manusia. Keikhlasan menjadi kunci agar seseorang tetap mampu berbuat baik tanpa larut dalam kekecewaan ketika pengorbanannya tidak dilihat maupun dihargai orang lain.

Sekretaris MUI Provinsi Banten, Deni Rusli, mengatakan manusia memiliki keterbatasan dalam melihat dan memahami seluruh kebaikan maupun pengorbanan yang dilakukan orang lain. Bahkan, orang yang pernah menerima bantuan terkadang dapat melupakan kebaikan tersebut.

“Tidak semua kebaikan kita akan dilihat. Tidak semua pengorbanan kita akan dipahami. Bahkan terkadang orang yang kita bantu justru melupakan bantuan kita,” kata Deni, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak membuat seseorang berhenti berbuat baik. Sebab, ketika manusia lupa atau tidak memberikan penghargaan, Allah SWT tetap mengetahui setiap amal yang dilakukan.

“Kalau manusia lupa, Allah tidak lupa. Kalau manusia tidak menghargai, Allah Maha Mengetahui. Kalau manusia tidak membalas, Allah tidak pernah menyia-nyiakan amal kebaikan kita,” ujarnya.

Deni menekankan, kebaikan sekecil apa pun tidak akan sia-sia di hadapan Allah SWT. Karena itu, seseorang dianjurkan untuk terus berbuat baik tanpa menjadikan balasan manusia sebagai tujuan utama.

“Jangan diingat-ingat amal kebaikan kita. Mari terus berbuat amal kebaikan. Dengan prinsip, lakukan lupakan, lakukan lupakan, kerjakan lupakan, kerjakan lupa,” ucapnya.

Deni menjelaskan, keikhlasan akan tumbuh ketika seseorang mampu berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat, memuji, mengapresiasi, atau mengucapkan terima kasih. Orang yang benar-benar ikhlas tidak menjadikan hasil atau penghargaan dari manusia sebagai alasan utama untuk berbuat baik, melainkan menyandarkan amalnya kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....