Tepis Mitos, Bulan Safar Bukan Bulan Sial

  • 20 Jul 2026 11:05 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Bulan Safar merupakan salah satu dari 12 bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sama dengan bulan-bulan lainnya.
  • Anggapan bahwa bulan Safar kurang baik untuk membangun rumah atau menggelar kegiatan tertentu tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an maupun sunah.
  • Pandangan negatif tentang bulan Safar merupakan mitos yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan perlu diluruskan di kalangan umat Muslim.

RRI.CO.ID, Serang – Umat Islam diminta tidak mempercayai anggapan bahwa bulan Safar merupakan bulan yang membawa kesialan atau musibah. Pandangan tersebut dinilai sebagai mitos yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ustazah Ai Judiyyah Fahmi menjelaskan, bulan Safar merupakan salah satu dari 12 bulan dalam kalender Hijriah yang memiliki kedudukan sama dengan bulan lainnya.

Menurut Ustazah Ai, sebagian masyarakat masih memiliki anggapan bahwa bulan Safar menjadi waktu yang kurang baik untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti membangun rumah maupun menggelar kegiatan tertentu. Namun, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an maupun sunah.

“Bulan Safar merupakan bulan ke dua dalam kalender Islam yang sering diindikasikan dengan kesialan dan musibah oleh sebagian masyarakat. Namun pandangan ini tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an maupun sunah,” ujar Ai dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Senin, 20 Juli 2026.

Ia menjelaskan, Rasulullah SAW telah membantah berbagai keyakinan jahiliyah yang menganggap adanya bulan tertentu membawa kesialan. Menurutnya, seluruh kejadian yang terjadi dalam kehidupan manusia merupakan kehendak Allah SWT.

Lebih lanjut Ia menambahkan, bulan Safar justru dapat menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperkuat keimanan, meningkatkan tawakal, serta memperbanyak amal kebaikan. Salah satunya dengan memperbanyak istighfar, berzikir, dan membantu sesama.

“Kesimpulannya sekali lagi bulan Safar bukanlah bulan sial, melainkan bulan keberuntungan dengan memperbanyak istighfar, bertawakal kepada Allah dan melakukan kebaikan-kebaikan,” katanya.

Melalui pemahaman tersebut, umat Islam diharapkan dapat meninggalkan keyakinan yang tidak sesuai syariat dan menjadikan setiap bulan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri serta meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....