Duta Bahasa Banten Kampanyekan Tutur Santun, Cegah Pelecehan Verbal
- 11 Agt 2026 06:17 WIB
- Banten
Poin Utama
- Duta Bahasa Provinsi Banten 2026 meluncurkan program 'Tutur' (Tumbuhkan Ujaran Tertib, Unggul, dan Ramah) untuk mencegah pelecehan verbal di kalangan pelajar SMA.
- Program ini berfokus pada edukasi kebahasaan dan literasi untuk mendorong siswa menggunakan ujaran yang tertib, unggul, dan ramah dalam kehidupan sehari-hari.
- Inisiatif ini muncul dari pengamatan terhadap masalah pelecehan verbal yang masih sering terjadi dan cenderung dinormalisasi, termasuk melalui media sosial.
RRI.CO.ID, Serang – Duta Bahasa Provinsi Banten 2026 menggagas program “Tutur” sebagai upaya mencegah pelecehan verbal di kalangan pelajar SMA. Program tersebut mengedepankan edukasi kebahasaan dan literasi untuk mendorong siswa menggunakan ujaran yang tertib, unggul, dan ramah dalam kehidupan sehari-hari.
Putra dan Putri Terbaik Duta Bahasa Provinsi Banten 2026, Christian Falord Purba dan Valerina Gresa Tening menjelaskan, “Tutur” merupakan singkatan dari Tumbuhkan Ujaran Tertib, Unggul, dan Ramah. Program itu dipilih setelah melihat persoalan pelecehan verbal yang masih kerap terjadi dan cenderung dinormalisasi, termasuk melalui media sosial.
Christian Farold Purba mengatakan, penggunaan kata-kata yang merendahkan sering kali dianggap sebagai candaan sehingga masyarakat tidak menyadari bahwa hal tersebut dapat masuk dalam bentuk pelecehan verbal.
“Pelecehan verbal itu sesederhana seperti misalnya kita menyapa teman kita dengan candaan, tapi mengarah ke ciri-ciri fisik yang merendahkan teman kita,” ujar Farold saat dialog di Pro2 RRI Banten, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurutnya, sasaran utama program adalah siswa SMA karena berada pada fase peralihan menuju usia dewasa. Edukasi sejak jenjang tersebut dinilai dapat membantu mencegah terbentuknya kebiasaan berbahasa yang berpotensi terbawa hingga lingkungan perkuliahan maupun kehidupan bermasyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program “Tutur” tidak hanya mengandalkan penyampaian materi. Duta Bahasa Banten menggunakan pendekatan interaktif melalui permainan dan media digital agar pesan lebih mudah diterima pelajar.
Beberapa instrumen yang digunakan antara lain permainan “Peta Tutur” serta “Milah Tutur”, berupa roda putar yang mengajak siswa mengubah sapaan atau ujaran kurang santun menjadi bentuk yang lebih positif.
Selain itu, tersedia laman pembelajaran yang memuat materi audio visual dan sejumlah pertanyaan untuk melihat respons siswa ketika menghadapi situasi tertentu.
Valerina Gresa Tening mengatakan, pendekatan tersebut sengaja dibuat interaktif karena karakter pelajar saat ini lebih membutuhkan keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran.
“Kami ingin membuat normalisasi baru. Ketika kita membuat tren baru yang lebih positif dan bisa mengajak anak-anak atau remaja untuk bertutur lebih santun, itu akan menjadikan tren baru di kalangan anak muda Indonesia,” katanya.
Pelaksanaan awal program dilakukan di SMAN 4 Serang dan selanjutnya ditargetkan dapat menjangkau sekolah lain di Banten. Duta Bahasa Banten juga menyiapkan program lanjutan “Duta Tutur” untuk mendorong siswa menjadi teladan dalam penggunaan bahasa yang santun di lingkungan sekolah masing-masing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....