Tip Merawat Rantai Motor Agar Tetap Awet
- 28 Jul 2026 10:06 WIB
- Banten
Poin Utama
- Rantai merupakan komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang dan sangat memengaruhi kenyamanan, performa, dan keselamatan berkendara.
- Banyak pengendara yang baru memeriksa rantai ketika sudah mengeluarkan suara berisik atau terasa kendur, padahal perawatan rutin harus dilakukan agar rantai tetap bekerja optimal.
- Meskipun ukurannya relatif kecil, kondisi rantai sangat berpengaruh terhadap pengalaman berkendara dan memerlukan perhatian khusus dalam perawatan kendaraan.
RRI.CO.ID, Serang – Rantai merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Meskipun ukurannya relatif kecil, kondisi rantai sangat memengaruhi kenyamanan, performa, dan keselamatan saat berkendara. Oleh karena itu, perawatan secara rutin perlu dilakukan agar rantai tetap bekerja secara optimal.
Seorang mekanik di sebuah bengkel di Kota Serang, Fatur mengatakan, banyak pengendara yang baru memeriksa rantai ketika sudah mengeluarkan suara berisik atau terasa kendur.
“Padahal, rantai merupakan komponen yang harus dirawat secara berkala. Jika kondisinya dibiarkan kering atau terlalu kendur, bukan hanya mempercepat keausan, tetapi juga dapat mengganggu performa motor,” ujarnya Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Fatur, langkah pertama dalam merawat rantai motor adalah membersihkannya secara berkala, terutama setelah motor digunakan melewati jalan yang berdebu, berlumpur, atau diguyur hujan.
“Debu, pasir, dan lumpur yang menempel dapat mempercepat keausan rantai dan gir. Karena itu, rantai sebaiknya dibersihkan menggunakan cairan pembersih khusus dan sikat yang sesuai,” ujarnya.
Setelah dibersihkan, rantai perlu diberikan pelumas khusus rantai (chain lubricant). Pelumas berfungsi mengurangi gesekan antar mata rantai, mencegah karat, serta menjaga pergerakan rantai tetap halus.
“Jangan menggunakan oli bekas sebagai pelumas rantai karena justru dapat mengikat debu dan kotoran. Gunakan pelumas yang memang dirancang khusus untuk rantai sepeda motor,” ucapnya.
Selain kebersihan, Fatur mengingatkan pentingnya memeriksa kekencangan rantai. Rantai yang terlalu kencang dapat membebani poros dan bantalan roda, sedangkan rantai yang terlalu kendur berisiko terlepas dari gir saat motor melaju.
“Setel kekencangan rantai sesuai spesifikasi pabrikan. Biasanya terdapat batas toleransi gerak bebas yang harus diperhatikan agar rantai bekerja dengan optimal,” ujarnya.
Ia juga menyarankan pengendara untuk memeriksa kondisi gir depan dan gir belakang. Apabila gigi gir sudah mulai tajam atau aus, penggantian sebaiknya dilakukan bersamaan dengan rantainya.
“Kalau rantai diganti tetapi gir sudah aus, atau sebaliknya, umur komponen menjadi lebih pendek karena keduanya bekerja secara bersamaan,” tuturnya.
Fatur menambahkan, kebiasaan berkendara juga berpengaruh terhadap usia rantai. Akselerasi yang terlalu agresif dan membawa beban melebihi kapasitas kendaraan dapat mempercepat keausan sistem penggerak.
| Baca juga: Tip Merawat Motor Setelah Perjalanan Mudik |
“Cara berkendara yang baik turut membantu memperpanjang usia rantai dan gir. Selain lebih awet, motor juga terasa lebih nyaman dikendarai,” ujarnya.
Ia mengimbau pemilik sepeda motor untuk melakukan pemeriksaan rutin pada setiap servis berkala agar kondisi rantai selalu dalam keadaan prima.
“Perawatan rantai tidak membutuhkan biaya besar, tetapi manfaatnya sangat penting untuk menjaga performa motor dan keselamatan saat berkendara,” ucap Fatur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....