Personal Branding, Komunikasi, dan Percaya Diri Jadi Kunci Ikut Program Bergengsi

  • 27 Jul 2026 07:30 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Google Student Ambassador 2026 Azifa Putri Ramadhani menyarankan mahasiswa untuk membangun personal branding, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri sebagai modal utama mengikuti program bergengsi.
  • Banyak mahasiswa berpotensi tetapi mengurungkan niat mendaftar karena merasa tidak cukup kompeten, padahal program seperti Google Student Ambassador lebih mengutamakan karakter dan kemauan belajar.
  • Pencapaian akademik bukan satu-satunya kriteria utama dalam seleksi program bergengsi; kemampuan memberikan dampak positif dan karakter menjadi faktor yang lebih diprioritaskan.

RRI.CO.ID, Serang - Google Student Ambassador 2026, Azifa Putri Ramadhani, membagikan kiat bagi mahasiswa yang ingin mengikuti program-program bergengsi. Menurutnya, membangun personal branding, kemampuan komunikasi, dan kepercayaan diri menjadi modal penting agar mampu bersaing dalam proses seleksi.

Azifa mengatakan, banyak mahasiswa memiliki potensi yang baik, namun sering kali mengurungkan niat untuk mendaftar karena merasa tidak cukup kompeten. Padahal, menurutnya, program seperti Google Student Ambassador lebih menekankan karakter, kemauan belajar, dan kemampuan memberikan dampak positif dibandingkan sekadar pencapaian akademik.

"Menurut aku jadi GSA itu bukan soal cari nama aja. Tapi ini adalah tentang mengenali personal branding kita. Kita harus tahu personal branding kita apa, dari pengalaman-pengalaman yang sudah kita lakukan. Karena menurut aku Google itu enggak cari mahasiswa yang sempurna, tapi cari sosok yang autentik," kata Azifa, Minggu, 26 Juli 2026.

Azifa menjelaskan, personal branding dapat mulai dibangun melalui pengalaman berorganisasi, membuat konten edukatif, hingga aktif membagikan hal-hal positif di media sosial. "Kalau aku bisa bilang adalah harus punya skill komunikasi. Karena di GSA kita lebih banyak menjalankan misi dengan strategi komunikasi, bagaimana kita menyampaikan pesan, kreativitas, dan informasi mengenai artificial intelligence maupun teknologi," ujarnya.

Tak hanya komunikasi, Azifa juga menilai rasa percaya diri menjadi tantangan terbesar bagi banyak calon pendaftar. Ia mengaku masih sering mendengar mahasiswa yang ragu mengikuti seleksi hanya karena menganggap Google merupakan perusahaan besar sehingga peluang lolos terasa kecil.

"Kesalahan yang sering aku dengar itu rasa enggak percaya diri. Mereka mikir Google itu perusahaan besar, jadi merasa enggak bakal lolos. Padahal jangan ragu, coba saja dulu. Yang penting bentuk personal branding, tingkatkan confidence, lalu tunjukkan versi terbaik dari diri kita," ucapnya.

Melalui pengalamannya sebagai Google Student Ambassador, Azifa berharap semakin banyak mahasiswa berani memanfaatkan berbagai kesempatan pengembangan diri. Ia menegaskan, keberhasilan mengikuti program bergengsi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh konsistensi membangun karakter, komunikasi yang baik, serta keberanian untuk mengambil peluang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....