MIN 1 Lebak Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah

  • 07 Jun 2026 07:38 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan terus dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Lebak melalui kegiatan Pengembangan Profesi Guru dan Peningkatan Kompetensi Tenaga Kependidikan dalam program Peningkatan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Mewujudkan Guru Kreatif dan Inovatif melalui Pembelajaran Berdiferensiasi di MIN 1 Lebak" tersebut berlangsung di aula MIN 1 Lebak, Sabtu, 6 Juni 2026.

Kegiatan itu menghadirikan narasumber dari Balai Pengembangan Mutu Pendidikan (BPMP) Banten, Dendi S. Sonjaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan di era pendidikan yang terus berkembang.

Kepala MIN 1 Lebak, Muhamad Ika mengatakan, peningkatan kompetensi guru merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Menurutnya, guru dituntut untuk terus beradaptasi dengan berbagai perubahan dan tantangan dalam dunia pendidikan.

Salah satu pendekatan yang saat ini perlu dipahami secara mendalam adalah pembelajaran berdiferensiasi. Pendekatan tersebut memungkinkan guru menyesuaikan strategi pembelajaran berdasarkan kebutuhan, minat, dan karakteristik peserta didik.

"Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang memberikan ruang kepada setiap siswa untuk belajar sesuai potensinya. Karena itu, guru harus mampu merancang pembelajaran yang fleksibel dan berpusat pada kebutuhan peserta didik," ujar Muhamad Ika.

Ia menambahkan, melalui kegiatan PPKB ini, para guru diharapkan semakin kreatif dalam menyusun metode pembelajaran. Guru juga dituntut mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman. Muhamad Ika berharap hasil dari kegiatan tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam proses belajar mengajar di kelas.

Plt. Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lebak, Mokhamad Apipi, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program peningkatan kompetensi seperti ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Apipi menegaskan kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

"Guru merupakan ujung tombak pendidikan. Karena itu, peningkatan kompetensi harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan masa kini," katanya.

Ia juga mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan kinerja serta menjaga integritas sebagai aparatur Kementerian Agama. Apipi menekankan pentingnya menjaga nama baik institusi melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan etika kerja yang baik.

"Tingkatkan kinerja sebagai guru dengan terus berinovasi dan kreatif. Jika kita belum bisa memberikan kontribusi terbaik demi kemajuan Kemenag, maka minimal kita harus menjaga agar tidak mencoreng nama baik lembaga," ucapnya.

Ia mengingatkan pentingnya penguatan budaya literasi dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digitalisasi. Menurutnya, transformasi digital saat ini harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru agar proses pembelajaran semakin efektif.

Narasumber dari BPMP Banten, Dendi S. Sonjaya menyampaikan, pembelajaran berdiferensiasi bukan sekadar metode, melainkan sebuah paradigma baru dalam memberikan layanan pendidikan.

"Setiap anak memiliki kebutuhan belajar yang berbeda. Guru perlu memahami keragaman tersebut agar pembelajaran benar-benar memberikan dampak yang optimal bagi seluruh peserta didik," ucap Dendi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....