MUI: Kurban Wujud Kepedulian Sosial dan Pemerataan
- 28 Mei 2026 06:12 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Cilegon – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cilegon menilai ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha memiliki dimensi sosial yang kuat dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui pemerataan ekonomi dan kepedulian sosial.
Sekretaris MUI Kota Cilegon, Sutisna Abas mengatakan, Islam mengajarkan umat yang memiliki kemampuan ekonomi untuk berbagi kepada sesama melalui penyembelihan hewan kurban.
Menurutnya, distribusi daging kurban menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial agar masyarakat yang kurang mampu juga dapat merasakan kebahagiaan Iduladha.
“Kalau kita hari ini diberikan kecukupan oleh Allah, maka seharusnya kita mendistribusikan sebagian harta kita untuk saudara-saudara kita yang kurang beruntung,” ujarnya dalam dialog Banten Menyapa di RRI PRO 1 Banten, Rabu, 27 Mei 2026.
Ia menjelaskan, dalam syariat Islam, pekurban diperbolehkan mengambil sebagian daging kurban untuk keluarga, sementara sisanya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan para mustahik.
“Jangan sampai saudara-saudara kita, tetangga kita mencium bau daging yang disate tetapi mereka tidak kebagian,” katanya.
| Baca juga: Taubat dan Kebaikan Raih Kasih Sayang Allah |
Sutisna menambahkan, semangat berbagi dalam Iduladha juga menjadi sarana memperkuat solidaritas dan gotong royong di lingkungan masyarakat. Nilai tersebut, menurutnya, telah diajarkan sejak Ramadan melalui kebiasaan saling membantu dan peduli terhadap sesama.
Selain itu, MUI Kota Cilegon juga mendorong masyarakat mulai membiasakan tabungan kurban sebagai bentuk gotong royong agar lebih banyak warga mampu melaksanakan ibadah kurban setiap tahunnya.
Melalui momentum Iduladha, masyarakat diharapkan tidak hanya fokus pada pelaksanaan ibadah semata, tetapi juga memperkuat rasa kepedulian sosial terhadap tetangga dan masyarakat sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....