Muharam Jadi Momentum Membahagiakan Anak Yatim

  • 16 Jun 2026 07:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Bulan Muharam tidak hanya menjadi momentum introspeksi diri dan peningkatan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial, khususnya terhadap anak yatim. Hal itu disampaikan Sekretaris MUI Provinsi Banten sekaligus Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Primagraha, Deni Rusli, dalam program Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Selasa 16 Juni 2026.

Menurut Deni, semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama. Salah satu bentuknya adalah berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim yang dalam tradisi masyarakat Muslim kerap mendapat perhatian khusus pada bulan Muharam.

Ia menjelaskan, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari upaya membersihkan hati dari sifat egois, iri, dengki, dan kurangnya empati terhadap sesama. Melalui sedekah dan berbagi, umat Islam diajak menumbuhkan rasa kasih sayang serta solidaritas sosial.

“Mari para pendengar rahimakumullah muliakan, gembirakan anak-anak yatim. Inilah waktunya kita untuk berbagi kepada mereka. Maka disebut dengan lebarannya anak yatim di bulan Muharam ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, Muharam menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meningkatkan amalan sosial selain memperbanyak ibadah pribadi. Kegiatan seperti infak, sedekah, dan membantu mereka yang membutuhkan dinilai dapat memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Deni mengingatkan, kepedulian terhadap anak yatim telah menjadi salah satu ajaran penting dalam Islam. Karena itu, ia mengajak masyarakat tidak hanya fokus pada perayaan pergantian tahun Hijriah, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain.

“Jadilah orang yang pemaaf dan berbagi kepada sesama. Bersedekah, berinfak, lakukan di bulan Muharam agar hati semakin bersih dan jiwa semakin suci,” katanya.

Melalui semangat berbagi dan kepedulian terhadap anak yatim, Deni berharap Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi titik awal lahirnya masyarakat yang lebih peduli, berempati, dan memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....