Akses Jalan  Lebak Selatan Masih Masih Tertutup Longsor

  • 26 Mei 2026 14:41 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Sejumlah akses jalan menuju wilayah Lebak Selatan masih tertutup longsor akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Lebak, Minggu, 24 Mei 2026. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak , Sukanta, di Rangkasbitung mengatakan, longsor terjadi di sejumlah titik akibat tingginya curah hujan dan kondisi tanah yang labil.

Menurut dia, material tanah dan bebatuan menutupi ruas jalan kabupaten maupun akses penghubung antarwilayah. “Material longsor saat ini tengah dilakukan pembersihan oleh Dinas PUPR Provinsi Banten,” kata Sukanta kepada awak media, Selasa, 26 Mei 2026.

Petugas gabungan terus melakukan penanganan darurat agar jalur yang tertutup longsor dapat segera dilalui kendaraan. Selain longsor, banjir juga terjadi di sejumlah wilayah permukiman warga di Kecamatan Bayah.

Luapan air merendam puluhan rumah warga di Desa Cidikit dan Bayah Barat setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. “Sedikitnya 33 rumah terendam akibat luapan air setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut,” ujar Sukanta.

Genangan air sempat membuat aktivitas warga terganggu dan menyebabkan sebagian perabot rumah tangga rusak. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat cuaca masih berpotensi hujan.

Warga yang tinggal di sekitar lereng perbukitan diminta segera mengungsi apabila terjadi retakan tanah atau tanda longsor lainnya. “Kami meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan deras kembali turun,” kata Sukanta.

Sekretaris BPBD Kabupaten Lebak, Febby Rizki Pratama , mengatakan jumlah warga terdampak bencana mencapai 44 kepala keluarga. Secara keseluruhan terdapat sekitar 176 jiwa yang terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah Lebak Selatan. “Total warga terdampak mencapai 44 kepala keluarga atau 176 jiwa,” kata Febby.

Selain merendam rumah warga, bencana hidrometeorologi juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. BPBD mencatat tiga rumah mengalami rusak berat akibat diterjang banjir dan longsor. Selain itu, dua rumah mengalami rusak sedang dan dua rumah lainnya rusak ringan.

Meski demikian, pemerintah memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Tidak ada korban jiwa maupun pengungsi dalam kejadian ini,” ujar Febby.

Ia menjelaskan kondisi banjir di Kecamatan Bayah saat ini mulai berangsur surut. Warga yang sebelumnya terdampak banjir kini mulai membersihkan rumah dan lingkungan sekitar secara gotong royong.

“Saat ini kondisi banjir di Bayah mulai surut dan warga sudah mulai membersihkan rumah masing-masing,” katanya.

Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Lebak, bencana hidrometeorologi terjadi di lima kecamatan. Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Cibeber, Banjarsari, Cilograng, Leuwidamar, dan Bayah. Selain longsor dan banjir, hujan deras juga memicu angin kencang di beberapa titik wilayah terdampak. K

ecamatan Cibeber menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat longsor. Longsor tersebar di sejumlah desa seperti Gunungwangun, Neglasari, Hegarmanah, Cikadu, Kujangjaya, hingga Cisungsang.

Material longsor berupa tanah dan bebatuan menutup ruas jalan kabupaten serta akses penghubung antarpermukiman warga. Kondisi tersebut menyebabkan mobilitas masyarakat terganggu dan kendaraan sulit melintas.

Petugas dari BPBD bersama Dinas PUPR terus mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor. Hingga kini, proses pendataan kerugian akibat bencana masih terus dilakukan oleh pemerintah daerah bersama aparat setempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....