Manasik Haji Perlu Diajarkan sejak Dini

  • 04 Mei 2026 17:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Edukasi manasik haji tidak seharusnya dilakukan secara instan menjelang keberangkatan saja, melainkan perlu dipahami sejak dini dan dipersiapkan dalam jangka panjang. Hal ini disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Deni Rusli, yang menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh terkait ibadah haji bagi calon jemaah.

Menurut Deni, manasik haji bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi juga bagian dari pembentukan kesiapan mental dan spiritual. “Idealnya, pemahaman manasik itu sudah dimulai jauh hari, bahkan bisa bertahun-tahun sebelum keberangkatan, agar jemaah benar-benar siap secara lahir dan batin,” ujarnya, Senin, 4 Mei 2026.

Ia menjelaskan, banyak calon jemaah yang baru mempelajari manasik haji dalam waktu singkat, sehingga pemahaman yang didapat cenderung terbatas. Padahal, ibadah haji memiliki rangkaian yang kompleks dan membutuhkan kesiapan fisik, mental, serta pengetahuan yang cukup.

Deni menambahkan edukasi manasik sejak dini dapat dilakukan melalui berbagai cara, termasuk pengajian, pendidikan keagamaan, hingga simulasi praktik ibadah. “Kalau dipelajari sejak awal, jemaah tidak hanya tahu tata caranya, tetapi juga memahami makna di balik setiap rangkaian ibadah haji,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai pendekatan ini juga dapat membantu mengurangi risiko kesalahan dalam pelaksanaan ibadah haji. Dengan pemahaman yang matang, jemaah diharapkan dapat menjalankan setiap rukun dan wajib haji dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.

Deni pun mendorong masyarakat untuk mulai meningkatkan literasi keagamaan, khususnya terkait manasik haji, sebagai bagian dari persiapan jangka panjang. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan jemaah haji yang mandiri, tertib, dan lebih siap dalam menjalankan ibadah di Tanah Suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....