Belasan Tentara Kodim Serbu Rumah Sandi yang Tak Layak Huni
- 23 Apr 2026 15:25 WIB
- Banten
Poin Utama
- TMMD
RRI.CO.ID, Cilegon - Belasan prajurit TNI dari Kodim 0623 Cilegon, mendatangi rumah Sandi warga Lingkungan Serut, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Kedatangan, belasan prajurit Kodim Cilegon itu untuk memperbaiki rumah Sandi yang sudah tidak layak huni tersebut.
Komandan Distrik Militer (Kodim) 0623 Kota Cilegon, Letkol Inf Imam Buchori mengatakan, belasan prajurit TNI ini diterjunkan ke rumah Sandi untuk memperbaiki rumah Sandi melalui program rumah tidak layak huni (rutilahu) dari Kodim Cilegon.
Dandim mengatakan, bantuan perbaikan rumah milik Sandi merupakan satu dari 10 rumah tidak layak huni yang diperbaiki masuk dalam program TMMD Ke-128 di Kota Cilegon.
“Rumah ini rencananya nanti akan kita rehab dengan maksimal. Ini bagian dari program TMMD. Di mana TMMD itu bukan hanya TNI, tetapi disitu ada Polri, kemudian pelaku industri juga yang dengan senang hati mensukseskan program ini,” ujar Dandim di sela-sela meninjau secara langsung program Rutilahu tersebut, Kamis 23 April 2026.
Program TMMD, kata Dandim, merupakan kolaborasi seluruh elemen. Selain TNI, Polri, Pemerintah Kota Cilegon juga berkolaborasi dengan industri salah satunya Krakatau Steel Grup. Ia mengharapkan lewat TMMD, dapat memberikan yang terbaik kepada masyarakat.
“Ini adalah bagian program TMMD berkolaborasi dengan KS, untuk berbuat terbaik kepada masyarakat. Intinya negara hadir untuk masyarakat,” katanya.
Sementara, Sandi tidak menyangka, rumah warisan dari orangtuanya itu akan diperbaiki oleh anggota TNI. Ia bercerita proses awal mendapatkan bantuan perbaikan rutilahu dari Kodim Cilegon.
“Awal mulanya dari Pak RT, pak RT yang menginformasikan ada (program) pembedahan (rumah) ini. Jadi mereka langsung datang kesini, ngomong sama istri,” ujar Sandi.
Menurut Sandi, sebelum dilakukan perbaikan ini, dirinya didatangi oleh anggota Kodim Cilegon untuk memastikan layak atau tidaknya mendapatkan program rutilahu.
“Saya tidak menyangka, tiba-tiba. Alhamdulillah dapat bantuan ini,” ucapnya.
Ayah dari dua anak itu mengaku, rumahnya merupakan warisan nenek lalu kepada orangtuanya. Bagi dia, rumah itu rumah keluarga. Semasa tinggal di rumah itu lanjut Sandi, hingga berkeluarga. Rumahnya bocor di beberapa bagian, dari atap depan, ruang tamu, ruang kamar hingga belakang rumah. Setiap kali hujan, kata dia, selalu bocor.
“Di bagian depan ini dan genteng, sudah pada bocor. Kalau hujan, bocor. Di kamar dan ruang tengah, sama saja (bocor). Yang parah di bagian belakang, sudah patah kasonya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....