Riya Dapat Merusak Nilai Ibadah

  • 10 Apr 2026 06:23 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Fenomena riya atau keinginan untuk dipuji dalam beribadah menjadi perhatian dalam kehidupan masyarakat modern. Sekretaris MUI Provinsi Banten, Deni Rusli, mengingatkan bahwa sikap tersebut dapat merusak nilai ibadah jika tidak diimbangi dengan keikhlasan.

Ia menjelaskan banyak orang menjalankan ibadah secara rutin, namun tidak menyadari bahwa niat yang tidak murni dapat menghilangkan pahala dari amal tersebut. Menurutnya, keikhlasan merupakan amal hati yang tidak terlihat secara fisik, namun sangat menentukan kualitas ibadah seseorang. Oleh karena itu, menjaga hati menjadi hal yang sangat penting.

“Jika dalam beramal tujuan kita hanya untuk mendapatkan pujian manusia, maka itu bukan ikhlas dan amal tersebut tidak bernilai di sisi Allah,” ucap Deni dalam program Mutiara Pagi, Kamis, 9 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa keimanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata, tidak hanya diyakini dalam hati. Konsistensi dalam berbuat baik menjadi salah satu indikator keikhlasan seseorang.

Selain itu, orientasi hidup yang berfokus pada akhirat dinilai mampu menjaga seseorang dari sikap riya dan kecintaan berlebihan terhadap dunia. “Orang yang ikhlas tidak mencari pujian, tetapi hanya mengharap balasan dari Allah semata,” ujar Deni.

Dengan demikian, keikhlasan menjadi kunci penting dalam menjaga kualitas ibadah serta memastikan setiap amal memiliki nilai di sisi Tuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....