Pentingnya Pencatatan Siklus Haid Bagi Wanita untuk Pelaksanaan Ibadah

  • 04 Apr 2026 08:49 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pencatatan siklus haid menjadi hal penting bagi perempuan untuk memastikan kewajiban ibadah tetap dijalankan dengan benar. Ketelitian dalam mencatat waktu keluarnya darah menjadi kunci dalam menentukan status haid, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam menjalankan atau meninggalkan ibadah.

Ustazah Ai Judiyyah Fahmi menekankan, setiap perempuan sebaiknya memiliki catatan pribadi terkait siklus haidnya, termasuk waktu awal, durasi, hingga kapan darah berhenti. Catatan ini dinilai sangat membantu dalam memahami pola yang terjadi setiap bulannya.

“Maka punya kalender sendiri, catat hari, tanggal, jam darah keluar,” ujarnya dalam dialog Mutiara Pagi RRI Banten, Sabtu, 4 April 2026.

Ia menjelaskan, tanpa pencatatan yang jelas, seseorang berpotensi keliru dalam menentukan apakah darah yang keluar termasuk haid atau bukan. Kesalahan ini berdampak langsung pada kewajiban ibadah, terutama salat yang bisa saja ditinggalkan tanpa dasar yang tepat.

Jika darah yang keluar ternyata tidak mencapai 24 jam, maka kondisi tersebut tidak termasuk haid melainkan istihadah. Dalam kondisi ini, perempuan tetap wajib melaksanakan salat dan ibadah lainnya seperti biasa.

Kesalahan dalam menentukan status haid dapat berdampak pada kewajiban mengganti salat yang ditinggalkan. Jika seseorang terlanjur tidak salat karena mengira haid, padahal tidak memenuhi syarat, maka salat tersebut wajib diqada.

Selain itu, perempuan juga perlu memastikan kondisi benar-benar suci sebelum kembali menjalankan ibadah. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan memastikan tidak ada sisa darah, misalnya dengan menggunakan alat sederhana untuk mengecek kebersihan.

“Kalau berhenti haid dan masih ada waktu cukup untuk salat, maka wajib diqada,” katanya.

Ia menambahkan waktu berhentinya haid juga harus diperhatikan dengan baik. Jika darah berhenti dan masih tersisa waktu salat, maka perempuan wajib segera bersuci dan menunaikan salat tersebut.

Dengan pencatatan yang baik dan ketelitian dalam memahami kondisi tubuh, perempuan dapat menghindari kesalahan dalam menentukan status haid. Hal ini penting agar kewajiban ibadah tetap terpenuhi sesuai dengan ketentuan fikih yang berlaku.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....