Memahami Tingkatan Berpuasa dalam Islam
- 17 Mar 2026 07:18 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Ibadah puasa Ramadan tidak hanya sebatas menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan hawa nafsu serta menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Ustaz Deni Rusli, dalam program Mutiara Ramadan RRI Banten, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurutnya, puasa memiliki beberapa tingkatan yang menunjukkan kualitas ibadah seseorang selama menjalani Ramadan. “Ada puasa awam yang hanya menahan makan, minum, dan bergaul, tetapi panca indranya tidak dijaga,” katanya.
| Baca juga: Ustazah Ai Ingatkan Bahaya Dosa Badan |
Ia menjelaskan puasa pada tingkatan tersebut secara hukum fikih tetap sah, namun nilai pahala yang diperoleh tidak maksimal karena perilaku seseorang masih belum terjaga.
Seseorang yang masih melakukan perbuatan seperti berkata kasar, ghibah, atau fitnah dinilai belum menjalankan puasa secara sempurna.
Ustaz Deni menambahkan Rasulullah pernah mengingatkan ada orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala dari puasanya. “Banyak orang yang berpuasa tapi tidak mendapat pahala apa-apa dari puasa itu kecuali lapar dan dahaga,” ujarnya.
Selain puasa awam, terdapat tingkatan puasa yang lebih baik yakni puasa khusus, yaitu puasa yang tidak hanya menahan makan dan minum tetapi juga menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang dilarang. Tingkatan yang lebih tinggi lagi adalah puasa khususul khusus, yaitu puasa yang dilakukan dengan totalitas ibadah serta menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah SWT.
Ustaz Deni menegaskan tujuan puasa adalah membentuk pribadi yang lebih baik serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Karena itu, umat Islam diharapkan tidak hanya menahan lapar dan haus selama Ramadan, tetapi juga menjaga perilaku agar ibadah puasa dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....