Dompet Dhuafa Apresiasi Program Migrant Bright Go Home

  • 11 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, mengapresiasi pelaksanaan Graduation Program Migrant Bright Go Home Batch 1 yang digelar di Hong Kong pada 8 Maret 2026. Program ini diharapkan dapat membantu para PMI mempersiapkan diri membangun usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi setelah masa kerja mereka di luar negeri berakhir.

“Dompet Dhuafa mengapresiasi program ini karena menyentuh isu pekerja migran. Sebagai lembaga filantropi yang bekerja sama dengan berbagai stakeholder, kami siap menjembatani para PMI dengan mitra Dompet Dhuafa yang dapat mendukung mereka untuk berwirausaha,” ujar Ketua Dewan Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini saat dihubungi RRI pada Selasa, 10 Maret 2026.

Program Migrant Bright Go Home Batch 1 merupakan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Kegiatan ini diikuti oleh 50 PMI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bekal untuk mempersiapkan usaha saat kembali ke Tanah Air.

Program tersebut diinisiasi oleh Institut Kemandirian yang bekerja sama dengan BNI Remittance Hong Kong, Dompet Dhuafa Hong Kong, serta LSP Dompet Dhuafa. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong.

Direktur Institut Kemandirian, Abdurrahman Usman, mengatakan program ini lahir sebagai upaya membantu para PMI agar lebih berdaya serta memiliki kesiapan mental dalam membangun usaha.

“Inisiasi program ini merupakan upaya membantu para PMI untuk berdaya dan memiliki kesiapan mental berwirausaha, sekaligus menciptakan ekosistem baru bagi para PMI yang siap membangun usaha dengan bekal pengetahuan bisnis,” kata Abdurrahman.

Sementara Acting Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Fithonatul Mar’ati, menyampaikan KJRI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal kepada para PMI di Hong Kong, salah satunya melalui program persiapan kembali ke Indonesia.

“KJRI berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan maksimal kepada para Pekerja Migran Indonesia di Hong Kong, salah satunya adalah program persiapan kembali ke Indonesia seperti Migrant Bright Go Home ini,” ujarnya.

Program ini diharapkan dapat menjadi model baru dalam pendampingan bagi para PMI sebagai pejuang keluarga sekaligus pahlawan devisa. Dalam kegiatan tersebut juga diumumkan lima peserta terbaik yang akan mendapatkan program lanjutan berupa pendampingan realisasi ide usaha serta pengembangan usaha setelah kembali ke Indonesia.

Rekomendasi Berita