Pemkab Lebak Pastikan Stok Pupuk Cukup Hingga Akhir Tahun
- 11 Mar 2026 04:50 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di wilayahnya mencukupi untuk memenuhi kebutuhan petani hingga akhir tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar.
Ia mengatakan stok pupuk bersubsidi di sejumlah agen resmi hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Menurutnya, selama ini persediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Lebak relatif melimpah sehingga tidak terjadi kelangkaan di tingkat petani.
“Selama ini persediaan pupuk bersubsidi di daerah kami melimpah, sehingga tidak terjadi kelangkaan,” kata Deni Iskandar, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menjelaskan, untuk pupuk bersubsidi jenis urea yang digunakan pada musim tanam Januari hingga Maret 2026 telah direalisasikan sebanyak 950 ton dari total alokasi sebesar 23.167 ton. Sementara pupuk jenis NPK yang digunakan untuk musim tanam padi pada periode yang sama telah direalisasikan sebanyak 129 ton dari alokasi 25.449 ton.
Adapun untuk pupuk organik, Kabupaten Lebak pada tahun 2026 mendapatkan alokasi sebanyak 390 ton. Namun hingga saat ini belum ada realisasi penyaluran pupuk jenis tersebut. Deni menegaskan, pihaknya menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi masih mencukupi hingga Desember 2026 mendatang.
“Kami mendistribusikan pupuk subsidi sesuai dengan kebutuhan petani berdasarkan pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau RDKK sehingga tepat sasaran,” ujarnya.
Menurutnya, petani di Kabupaten Lebak selama ini cukup mudah mengakses pupuk bersubsidi dengan membeli di distributor maupun agen resmi yang telah ditunjuk pemerintah. Selain mengandalkan pupuk kimia, Dinas Pertanian juga mendorong petani untuk memanfaatkan pupuk organik yang dapat dibuat dari kotoran ternak maupun limbah jerami.
Penggunaan pupuk organik dinilai dapat membantu memperbaiki kondisi tanah serta lebih ramah terhadap lingkungan. “Kami minta petani tetap menggunakan pupuk secara berimbang antara organik dan nonorganik agar biaya produksi dapat ditekan,” katanya.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Muhamad Ruhiana mengatakan selama dua tahun terakhir pasokan pupuk bersubsidi di wilayahnya tergolong surplus. “Kami merasa lebih tenang untuk bercocok tanam karena pasokan pupuk tersedia. Kami berharap pendistribusian pupuk bersubsidi di kios resmi tetap berjalan lancar,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....