Sahabat Quran Ajak Mahasiswa Dekat Al-Qur’an

  • 02 Mar 2026 11:55 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Kehadiran Komunitas Sahabat Quran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menjadi ruang pembinaan spiritual mahasiswa di tengah padatnya aktivitas akademik. Komunitas ini dibentuk sebagai respons atas menurunnya intensitas interaksi mahasiswa dengan Al-Qur’an setelah memasuki dunia perkuliahan.

Ketua Umum Komunitas Sahabat Quran FKIP Untirta, Willy Handri, mengatakan komunitas tersebut berdiri pada 3 Oktober 2024 sebagai inovasi fakultas untuk menciptakan ekosistem mahasiswa yang menjadikan Al-Qur’an sebagai prioritas hidup. Menurutnya, perubahan jenjang pendidikan dari SMA ke perguruan tinggi kerap membuat mahasiswa kehilangan rutinitas tadarus yang sebelumnya terbimbing oleh guru.

“Mahasiswa sering kali disibukkan oleh tugas kuliah, sehingga perhatian untuk membaca Al-Qur’an tertunda, bahkan terlupakan. Dari situ kami mencoba menghadirkan wadah yang bisa mengingatkan kembali,” ujar Willy dalam sesi Talkshow Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten.

Saat ini, Komunitas Sahabat Quran FKIP Untirta telah memiliki sekitar 130 anggota yang berasal dari 18 jurusan. Struktur kepengurusan inti terdiri dari ketua, sekretaris, dan bendahara, serta beberapa bidang pendukung seperti tahsin, tahfiz, dan karya tulis ilmiah Al-Qur’an. Bidang terakhir menjadi ciri khas komunitas karena mengintegrasikan kajian akademik dengan nilai-nilai Al-Qur’an.

Sejumlah program telah dijalankan, di antaranya diklat tilawati bekerja sama dengan Tilawati Banten Regional 2. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 peserta dan bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an mahasiswa secara bertahap. Selain itu, komunitas juga menggelar kegiatan rutin membaca Surah Al-Kahfi setiap malam Jumat.

Pada bulan Ramadan, Sahabat Quran FKIP Untirta aktif terlibat dalam program “Ramadan di Kampus” yang dipusatkan di Balai Kasunyatan, masjid fakultas. Kegiatan tersebut diisi kajian keislaman setiap hari oleh perwakilan jurusan, sementara pada akhir pekan diisi langsung oleh komunitas dan unit kegiatan mahasiswa keagamaan.

Willy menilai Ramadan menjadi momentum strategis untuk membangun kembali kedekatan mahasiswa dengan Al-Qur’an. Ia menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an tidak harus diawali dengan target besar, melainkan dimulai dari kebiasaan kecil yang konsisten.

“Upgrade diri bersama Al-Qur’an itu butuh proses dan istiqamah. Tidak harus langsung khatam, yang penting mau mulai dan menjadikannya bagian dari kehidupan,” katanya.

Ke depan, komunitas merencanakan penyelenggaraan lomba Al-Qur’an yang terbuka untuk umum, meliputi tilawah, tahsin, tahfiz, dan karya tulis ilmiah. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana pengenalan Sahabat Quran FKIP Untirta ke masyarakat luas sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan berbasis nilai keislaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....