Sopir Truk Meninggal Dunia usai Kecelakaan di Pelindo Banten

  • 24 Feb 2026 21:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Beredar video kecelakaan kerja di media sosial (Medsos) di kawasan operasional Pelabuhan Pelindo Banten, yang berlokasi di Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Saat dikonfirmasi Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Banten, Polres Cilegon, IPTU Fredo Leonard, membenarkan kejadian kecelakaan tersebut.

IPTU Fredo menuturkan, peristiwa itu terjadi di pagi hari dan mengakibatkan Sopir truk berinisial A (27) meninggal dunia di tempat dan saat ini tengah dalam penanganan serius oleh pihak kepolisian guna mengungkap adanya potensi pelanggaran atau prosedur standar operasional (SOP). “Iya betul ada laka Pelindo kurang lebih jam 10 pagi tadi. Sementara kita sudah melakukan tindakan kepolisian, pengamanan, kemudian melayani pihak korban, memberitahu pihak keluarga kemudian melakukan visum,” ujar IPTU Fredo, Selasa 24 Februari 2026.

IPTU Fredo menyatakan, pihaknya telah bergerak cepat dengan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti penting. Dikatakanya, salah satu bukti kunci yang kini dikantongi oleh penyidik adalah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang berada di area Pelindo Banten. Berdasarkan pengamatan awal pada video tersebut, terlihat detik-detik sebelum kecelakaan maut itu merenggut nyawa korban. "Jadi sementara kita sudah mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti kemudian kita minta keterangan," ucapnya.

IPTU Fredo menyampaikan, kecelakaan tersebut melibatkan satu unit kendaraan besar dan alat berat yang sedang beroperasi. "Kalau dari bukti awal yakni video CCTV kita lihat ada kendaraan truk yang menabrak besi yang sedang diatur oleh forklift," katanya.

Manager Komersial atau Humas PT. Pelabuhan Indonesisa (Persero) Regional II Banten, melalui keterangan terulis menyampaikan duka cita atas duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan kerja yang terjadi di area Dermaga 5A Pelabuhan Ciwandan pada Selasa, 24 Februari 2026, sekitar pukul 09.30 WIB. “Insiden ini mengakibatkan satu orang pengemudi truk meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Kami mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” tulisnya.

Adapun mengenai insiden kecelakaan yang mengakibatkan seorang sopir meninggal dunia tersebut. Ia menuturkan, melibatkan benturan antara kendaraan dump truck angkutan logistik (milik armada Ratu Melati) dengan alat berat forklift yang sedang dioperasikan oleh Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT Galuh Bandar Samudra. Seluruh operasional alat berat dan armada truk dalam kejadian ini dikelola dan dijalankan oleh pihak ketiga (mitra pengguna jasa).

“Respons tanggap darurat (SOP). Meskipun aktivitas operasional dilakukan oleh pihak ketiga, sebagai pengelola kawasan Pelabuhan Ciwandan, Pelindo Regional 2 Banten langsung mengambil langkah cepat dan responsif sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) keadaan darurat. Tim Keamanan pelabuhan segera turun ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memastikan korban segera dievakuasi ke Klinik Pelabuhan Ciwandan untuk observasi awal, sebelum dirujuk secara cepat ke RS Krakatau Medika (RS KS) Cilegon untuk penanganan intensif,” ujarnya.

Ia menyampaikan, saat dievakuasi oleh tim keamanan pelabuhan, korban masih sempat dibawa ke Klinik Pelabuhan Ciwandan untuk observasi awal dan secepatnya dirujuk ke RS Krakatau Medika dalam keadaan hidup. Namun, perkembangan terakhir korban telah dinyatakan meninggal dunia di saat penanganan di RS Krakatau Medika.

“Saat ini, penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut sedang dikoordinasikan secara langsung antara pihak pengurus armada truk Ratu Melati dan PBM PT Galuh Bandar Samudra. Pelindo Regional 2 Banten bersikap kooperatif dan siap mendukung pihak berwajib dalam proses pengumpulan informasi dan investigasi yang diperlukan,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....