Makna Rahmat di Balik Setiap Musibah

  • 07 Des 2025 06:47 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Umat Islam diajak untuk memaknai ujian hidup sebagai bentuk kasih sayang Allah. Tidak semua musibah bermakna hukuman, tetapi bisa menjadi jalan peningkatan iman seseorang.

Menurut Ustazah Ai Juddiyah Fahmi, musibah yang menimpa seorang mukmin dapat berubah menjadi rahmat apabila disikapi dengan kesabaran dan rasa syukur. Bahkan para nabi, yang tidak pernah berbuat maksiat, justru menerima ujian yang lebih berat untuk meninggikan derajat mereka di sisi Allah.

Baca juga: Lima Prinsip Islami Menata Kehidupan Dunia Akhirat

"Setiap kesulitan, baik kehilangan harta, sakit, hingga gangguan kecil seperti mati listrik, bisa menjadi sarana penghapus dosa. Namun hal itu terjadi bila seorang hamba tidak mengeluh dan mampu menjaga lisan serta hatinya," ujarnya dalam Mutiara Pagi RRI Pro 1 Banten, Minggu (7/12/2025).

Dia mengutip hadis yang menjelaskan bahwa seseorang dapat mencapai derajat tinggi bukan hanya melalui amal, tetapi juga lewat cobaan yang menimpa tubuh dan kehidupannya. Ujian menjadi pintu rahmat bagi orang bertakwa.

Ia juga mengingatkan kisah sahabat Nabi dan pengalaman para nabi yang menunjukkan kesabaran luar biasa dalam menghadapi perlakuan buruk. Hal itu menjadi contoh bahwa musibah bukan hal untuk dikeluhkan, melainkan direnungkan.

Baca juga: Kejujuran Jadi Nilai Islam yang Menguji Hati

"Jadi jika tertimpa musibah kita harus tetap menjaga lisan. Salah satu kesalahan manusia adalah mudah mengeluh dan menyalahkan situasi, padahal Allah lebih mengetahui manfaat dari setiap kejadian," ujarnya.

Alih-alih menyalahi hidup, dia menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak zikir, muhasabah diri, serta menjaga lisan dari menyalahkan orang lain. Ia berharap seluruh pendengar senantiasa diberi kesabaran dan taufik sehingga setiap ujian menjadi rahmat Allah. (Trixie Sondang)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....