Kejujuran Jadi Nilai Islam yang Menguji Hati

  • 26 Jul 2025 07:02 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Meski jujur adalah perintah Allah, tidak semua bentuk kejujuran membawa kebahagiaan langsung. Ustazah Ai Judiyyah Fahmi dalam tausiah bersama RRI Pro 1 Banten, Sabtu (26/7/2025) menyampaikan, ada kondisi di mana kejujuran perlu disampaikan dengan bijak dan penuh pertimbangan.

“Jujur kepada pasangan itu wajib, tapi ada kalanya kejujuran yang disampaikan tanpa kebijaksanaan justru bisa menyakiti,” ujar Ustazah.

Ia memberi contoh seorang suami yang ingin menikah lagi.

“Jika disampaikan secara langsung tanpa kesiapan mental istri, bisa jadi malah memicu konflik besar,” ujarnya.

Namun Ustazah tidak membenarkan kebohongan, melainkan mengajak umat untuk berdoa dan berpikir matang sebelum menyampaikan hal yang sensitif.

“Mohon dulu kepada Allah agar jalan terbaik diberikan. Jangan langsung jujur jika itu menyakiti,” ujarnya.

Selain itu, dalam kehidupan rumah tangga, Ustazah mencontohkan bentuk kebohongan kecil yang diperbolehkan syariat “Misalnya istri memasak dan rasanya kurang, tapi suami tetap memuji demi menjaga perasaan. Itu diperbolehkan,” ujarnya.

Meski demikian, ia tetap menekankan bahwa prinsip utama tetaplah jujur. “Hanya saja, cara penyampaiannya harus santun dan tidak menyakiti hati,” ujarnya.

Menurutnya, kearifan dalam menyampaikan kejujuran adalah bagian dari akhlak mulia. “Tidak semua jujur itu indah, tapi semua kejujuran yang disampaikan dengan hati akan membawa keberkahan,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....