Manajer Mulai Bertugas, KDKMP Lopang Bersiap Buka Usaha
- 05 Okt 2026 16:19 WIB
- Banten
Poin Utama
- Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Lopang di Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang mulai mempersiapkan operasional usaha setelah penugasan manajer.
- Manajer KDKMP Lopang, Indynaya Rosana bertugas mengelola administrasi dan penjualan koperasi dengan fokus pada ekspansi usaha.
- Rencana usaha KDKMP Lopang mencakup pembukaan supermarket, klinik, dan pergudangan untuk melayani kebutuhan masyarakat lokal.
RRI.CO.ID, Serang - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Lopang di Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Kota Serang, mulai menyiapkan operasional usaha setelah manajer ditugaskan untuk mengelola koperasi tersebut. Manajer KDKMP Lopang, Indynaya Rosana mengatakan, tugasnya mencakup pengelolaan administrasi dan penjualan. Rencana usaha meliputi supermarket, klinik dan pergudangan.
Dirinya mendapat penugasan di KDKMP Lopang karena merupakan warga asli Kelurahan Lopang. Penempatan manajer diupayakan sesuai domisili.
"Karena saya asli warga Lopang, jadi penempatannya sesuai domisili. Kalau memang koperasinya belum dibangun, mungkin bisa ditempatkan di tempat lain," kata Indynaya, Senin, 5 Oktober 2026.
Ia menyebut, dari 12 kelurahan di Kecamatan Serang, lima KDKMP sudah dibangun dan mendapat penugasan manajer. Kelima kelurahan tersebut yakni Lopang, Unyur, Trondol, Kota Baru dan Serang.
Indynaya berharap KDKMP Lopang dapat berjalan sesuai manfaatnya dan ikut meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
"Semoga KDKMP Lopang ini berjalan sesuai dengan manfaatnya, terutama bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, terutama dari UMKM-nya. Jadi kita bisa membantu dan mendorong UMKM setempat untuk lebih berinovasi dan lebih kreatif," ujar Indynaya.
Menurutnya, produk UMKM di Kelurahan Lopang diharapkan tidak hanya dikenal masyarakat setempat, tetapi juga dapat berkembang dan dikenal di wilayah lain.
Sementara Ketua KDKMP Lopang, Nasrul Alawi mengatakan, persiapan operasional usaha akan dikoordinasikan bersama manajer, termasuk kebutuhan barang untuk supermarket dan klinik.
"Kami sepenuhnya menyerahkan ke manajer karena manajer punya link komunikasi langsung dengan PT Agrinas yang akan mendrop barang-barang supermarket maupun klinik," ujar Nasrul.
Nasrul mengatakan, waktu pasti operasional gerai sembako belum diketahui. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pengiriman barang akan dilakukan secara bertahap pada akhir tahun.
Untuk gerai sembako, menjadi produk prioritas, disusul makanan ringan dan produk UMKM anggota. Produk UMKM yang ditawarkan anggota akan mendapat ruang untuk dipasarkan di gerai koperasi.
"Kalau ada anggota yang punya produk, kita tawarkan dulu ke anggota. Misalnya disini ada yang punya frozen batagor, bakso ikan, tahu jeletot atau cemilan, nanti kita tawarkan untuk masuk ke koperasi. Kalau ada lebih, masyarakat umum juga bisa membeli," kata Nasrul.
KDKMP Lopang saat ini memiliki lebih dari 120 anggota. Pengurus menetapkan simpanan pokok Rp20 ribu dan iuran wajib Rp5 ribu per anggota. Menurut Nasrul, sebagian warga masih menunggu usaha koperasi berjalan sebelum bergabung sebagai anggota.
Untuk mendukung kerja manajer dalam menjalankan operasional KDKMP Lopang, nantinya akan disiapkan sekitar lima tenaga kerja. Tenaga tersebut akan membantu kegiatan usaha, di antaranya sebagai pramuniaga dan kasir.
"Untuk tenaga kerja mungkin awalnya sekitar lima orang, ada pramuniaga, kasir dan sebagainya. Itu nanti untuk membantu manajer, dan gajinya ditanggung PT Agrinas," kata Nasrul.
| Baca juga: Manajer KDKMP Berstatus Pegawai BUMN |
Nasrul mengatakan, pengurus tetap mendampingi dan mengevaluasi jalannya usaha. Pengurus tidak mendapat gaji dari operasional koperasi, sedangkan pendapatan koperasi diperoleh dari kegiatan usaha dan sisa hasil usaha (SHU).
Masa penugasan manajer berlangsung selama dua tahun. Setelah itu, pengelolaan koperasi akan dievaluasi untuk menentukan apakah penugasan manajer diperpanjang atau koperasi mulai dikelola secara mandiri.
"Untuk dua tahun berikutnya itu apakah kita masih didorong manajer diperpanjang atau justru kita mandiri, itu masih menunggu usahanya," kata Nasrul.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....