Skrining Kesehatan Pelajar di Pandeglang Deteksi Karies Gigi

  • 29 Sep 2026 07:03 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga menyasar seluruh satuan pendidikan dan pondok pesantren di Kabupaten Pandeglang sejak awal tahun ajaran baru. Inisiatif pencegahan penyakit ini dirancang khusus guna memantau kondisi tumbuh kembang anak secara berkala setiap tahun.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, Ani Permata Sari Hakim, menjelaskan program pemeriksaan kesehatan pelajar ini dimulai sejak awal Agustus untuk menjangkau seluruh anak usia sekolah. Koordinasi lintas instansi bersama pihak sekolah disebutnya berjalan lancar karena program kesehatan nasional ini sudah rutin terlaksana setiap tahun.

"Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan sekolah sudah berlangsung sejak awal Agustus karena target kami adalah tahun ajaran baru untuk seluruh sekolah dan pondok pesantren," ujar Ani, Senin 28 September 2026.

Adapun paket pemeriksaan kesehatan bagi pelajar usia sekolah disebutnya lebih lengkap dibandingkan kelompok usia dewasa. Paket pemeriksaan medis khusus pelajar tersebut mencakup pengukuran indeks massa tubuh, pemeriksaan kesehatan mata, pengecekan gigi, hingga tes kadar hemoglobin darah.

Pemeriksaan komprehensif tersebut bertujuan mendeteksi secara dini gangguan kesehatan anak sebelum berdampak buruk pada proses belajar. "Paket anak sekolah lebih lengkap dibandingkan dewasa karena ada pengukuran indeks massa tubuh, kesehatan mata, kesehatan gigi, cek hemoglobin, gula darah, dan kolesterol,"katanya.

Adapun hasil skrining kesehatan massal di lingkungan pendidikan didominasi oleh kasus gangguan gigi pada anak. Petugas kesehatan pun dikatakan Ani langsung memberikan penanganan awal serta rujukan medis bagi pelajar yang terindikasi mengalami masalah kesehatan tersebut.

Pihak Dinkes memastikan tidak ada kendala berarti selama proses pemeriksaan kesehatan berlangsung di puluhan sekolah wilayah setempat. Kemitraan erat bersama para guru membuat jadwal kunjungan medis dikatakannya terlaksana sesuai rencana tanpa hambatan operasional.

"Di sekolah tidak ada hambatan karena program ini sudah berlangsung dari tahun sebelumnya dan para guru sudah tahu jadwal satu tahun sekali," kata Ani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....