Dinkes Pandeglang Berikan Pelatihan Penjamah Makanan untuk Relawan Dapur MBG
- 13 Agt 2026 12:09 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang menggenjot program pembinaan teknis dan pelatihan penjamah pangan bagi seluruh relawan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah proaktif ini dilakukan guna memastikan standar higienitas dan sanitasi terpenuhi secara optimal sebelum fasilitas beroperasi melayani pemenuhan gizi.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Pandeglang, Daman Khurif, menjelaskan ribuan relawan dari berbagai dapur layanan gizi telah mengikuti program pelatihan khusus penjamah pangan. Pihaknya mengerahkan petugas kesehatan puskesmas secara langsung untuk melakukan inspeksi lingkungan serta pengambilan sampel laboratorium.
"Beberapa dapur SPPG sudah dilatih penjamah pangannya. Kita latih terkait kebersihan, keamanan pangan, perawatan dapur, hingga sanitasi," ujar Daman, Kamis 13 Agustus 2026.
Dinkes mencatat dari total 204 unit dapur terdapat 198 dapur yang telah mengikuti pelatihan. Sebanyak 9.907 relawan dari total 10.107 orang disebutnya telah tuntas menempuh program pembinaan tersebut.
Menurut Daman program pelatihan tersebut mencakup penguasaan standar operasional prosedur mulai dari teknik pemilihan bahan baku hingga pengemasan higienis. Petugas dapur dilatih mengubah perilaku kerja agar mematuhi protokol pencegahan kontaminasi silang secara konsisten, serta pemahaman dalam mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.
Menurutnya pengelola dapur wajib menerapkan seluruh materi pelatihan mulai dari penggunaan alat pelindung diri hingga pengaturan suhu penyimpanan bahan. Kepatuhan terhadap SOP penjamah pangan menjamin standar higienitas dapur tetap terjaga optimal.
Daman menekankan pentingnya penerapan hasil pelatihan tersebut secara nyata dalam aktivitas pengolahan makanan di setiap unit pelayanan gizi. Perubahan perilaku penjamah pangan dinilainya menentukan kualitas gizi serta keamanan sajian bagi konsumen.
"Intinya harapan kami bahwa program ini adalah program yang bagus tetapi kalau dilaksanakannya tidak bagus ya akan tidak bagus, ini tergantung ke pelaksanaan di dapur MBG itu," kata Daman.
Dinas Kesehatan menurunkan tenaga kesehatan puskesmas secara berkala untuk mengambil sampel air dan makanan langsung ke lokasi dapur. Pengujian laboratorium ketat tersebut dilakukan untuk memastikan setiap menu terbebas dari ancaman cemaran mikroba berbahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....