Dharma Wanita Jadi Motor Kesetaraan Gender di Kota Serang

  • 05 Agt 2026 10:48 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Dharma Wanita dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung pengarusutamaan gender sekaligus memperkuat perlindungan perempuan di Kota Serang. Organisasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pendamping keluarga, tetapi juga menjadi mitra pemerintah dalam mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif melalui pemberian kesempatan yang setara bagi laki-laki dan perempuan di berbagai bidang.

Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender DP3AKB Kota Serang, Lenny Suryani, mengatakan pengarusutamaan gender merupakan strategi untuk memastikan perempuan dan laki-laki memperoleh kesempatan, manfaat, serta keterlibatan yang sama dalam setiap tahapan pembangunan. "Pengarusutamaan gender itu adalah suatu strategi untuk memastikan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama, setara, dan adil, mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan," katanya dalam program Banten Menyapa RRI Banten, Rabu, 5 Agustus 2026.

Menurutnya, Dharma Wanita menjadi salah satu mitra pembangunan yang berperan aktif dalam menanamkan nilai kesetaraan gender sejak lingkungan keluarga. Perempuan dan laki-laki dipandang sebagai mitra yang memiliki hak serta tanggung jawab bersama, termasuk dalam pengambilan keputusan di dalam rumah tangga maupun kehidupan bermasyarakat.

Selain memberikan teladan di lingkungan keluarga, Dharma Wanita juga berkontribusi melalui berbagai kegiatan edukasi, pemberdayaan, dan pendampingan kepada masyarakat. Organisasi tersebut turut memberikan pemahaman mengenai kesehatan, pendidikan, hingga mendorong perempuan agar memiliki kemandirian sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Leni menjelaskan, kondisi kesetaraan gender di Kota Serang menunjukkan perkembangan positif. Hal itu tercermin dari meningkatnya Indeks Pembangunan Gender (IPG) Kota Serang dari 92,94 pada 2020 menjadi 93,59 pada 2024. Meski demikian, peningkatan peran perempuan dalam politik, ekonomi, dan kepemimpinan masih memerlukan penguatan agar partisipasi perempuan semakin luas.

Ia menambahkan, DP3AKB tidak hanya bekerja sama dengan Dharma Wanita, tetapi juga menggandeng organisasi perempuan, akademisi, dunia usaha, hingga pelaku UMKM untuk memperkuat pengarusutamaan gender. "Dharma Wanita bukan hanya organisasi yang mendukung keluarga, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan menjadi agen perubahan di masyarakat," ujarnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, DP3AKB berharap semakin banyak perempuan yang memiliki kesempatan mengembangkan potensi, memperoleh pekerjaan yang layak, serta menjadi pribadi yang mandiri tanpa mengesampingkan perannya di dalam keluarga. Upaya itu diharapkan mampu mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dengan kesempatan yang setara bagi seluruh warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....