PT Surveyor Indonesia Luncurkan Program Pesisir Budaya Lestari di Carita

  • 19 Jun 2026 07:42 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - PT. Surveyor Indonesia bersama dengan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi meluncurkan Program Pesisir Budaya Lestari di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang pada Kamis 18 Juni 2026. Langkah strategis berbasis Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN ini diorientasikan penuh untuk memperkuat struktur ekonomi masyarakat pesisir, melestarikan ekosistem laut, serta mendongkrak kesadaran sosial warga lokal secara berkelanjutan hingga akhir tahun 2026.

Kepala Unit TJSL PT Surveyor Indonesia, Martiyanto Tejo Purnomo mengatakan kegiatan yang di ikuti oleh jajaran pegawai BUMN bersama kalangan mahasiswa tersebut melakukan aksi konservasi berupa transplantasi terumbu karang guna memulihkan biota laut sekaligus menjaga keberlangsungan sektor pariwisata bahari di Pandeglang. “Kami mencoba mengetahui kebutuhan masyarakat di sini seperti apa agar nantinya perusahaan bisa lebih dekat dengan masyarakat melalui social license to operate. Ini bukan program pertama, melainkan bagian dari grand plan dan perencanaan besar jangka menengah yang telah kami susun secara terukur hingga akhir tahun 2026,” ujar Kepala Unit TJSL PT Surveyor Indonesia, Martiyanto Tejo Purnomo, Kamis 18 Juni 2026.

Selain berfokus pada sektor kemaritiman, kolaborasi integratif lintas institusi ini juga menyasar sektor pendidikan formal di wilayah Kabupaten Pandeglang. Serangkaian program penunjang mutu sekolah disebutnya telah disiapkan, meliputi perbaikan sistem sanitasi, penyediaan tempat sampah terpilah, penggalangan donasi buku, hingga pendampingan SMA Negeri 15 Pandeglang menuju sertifikasi Sekolah Adiwiyata.

Melalui skema kerja sama yang apik ini, Ia berharap Program Pesisir Budaya Lestari ini diharapkan mampu menjadi model percontohan sinergi yang ideal antara pihak BUMN, akademisi, pemerintah daerah, dan masyarakat tapak. Konsistensi pengawasan harian dan evaluasi berkala dikatakannya akan terus dikawal ketat demi menjamin seluruh bantuan fisik maupun non-fisik dapat memberikan dampak optimal bagi kemajuan ekonomi lokal Pandeglang.

“Pada sektor lingkungan, kami menginisiasi transplantasi 35 rak terumbu karang di perairan Desa Sukarame sebagai simbol peringatan hari jadi perusahaan yang ke-35 tahun. Harapannya, program ini tidak hanya peduli pada angka bisnis, melainkan mampu mendongkrak ekonomi kelautan yang ada dan nantinya menyasar pelaku UMKM berbasis kelautan,” kata Tejo.

Sementara, pihak akademisi menegaskan bahwa keterlibatan aktif UMN dalam klaster pesisir ini merupakan bentuk implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian masyarakat yang berfokus pada isu keberlanjutan. Dekan Fakultas Komunikasi UMN, Maria Advenita Gita Elmada menyebut Desa Sukarame dipilih sebagai lokus utama karena sebelumnya telah sukses menjadi wilayah binaan PT Surveyor Indonesia dalam program revitalisasi sarana air bersih.

“Kami juga ingin membangun awareness kolektif bahwa laut adalah milik bersama yang harus dijaga dari pembuangan limbah yang merusak biota laut. UMN melihat ada potensi ekonomi, sosial, dan lingkungan yang sangat besar di Sukarame, sehingga desa dampingan ini dapat dikembangkan menjadi kawasan desa wisata yang lengkap dan mandiri,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....