Pemkot Serang Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih

  • 01 Mei 2026 11:11 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang - Pembangunan Koperasi Merah Putih (KMP) di Kota Serang masih berlangsung dengan capaian yang beragam di tiap lokasi. Dari 26 titik yang direncanakan, progres pekerjaan saat ini berada pada kisaran 30 hingga 80 persen.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, Wahyu Nurjamil menjelaskan, perbedaan capaian tersebut dipengaruhi kesiapan lahan dan proses administrasi yang masih berjalan.

“Di 26 KMP se-Kota Serang progresnya bervariasi, ada yang sudah 80 persen, ada juga yang masih sekitar 30 persen. Ini karena masih berkaitan dengan lahan,” ujarnya, Jumat, 1 Mei 2026.

Wahyu mengatakan, pemerintah daerah masih menunggu kejelasan aturan dari kementerian terkait skema pengadaan lahan. Di sisi lain, upaya pemanfaatan lahan milik provinsi, kementerian hingga BUMN juga terus dilakukan agar pembangunan dapat berjalan.

“Kami masih menunggu aturan dari kementerian, apakah pengadaan lahan diserahkan ke pemerintah daerah atau seperti apa. Selain itu, kami juga mengajukan beberapa lahan milik provinsi, kementerian dan BUMN sesuai aturan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah bertugas menyiapkan lahan, sementara pembangunan fisik dilakukan oleh pihak pelaksana. Untuk mempercepat proses, sejumlah aset pasar yang tidak lagi aktif dialihkan menjadi lokasi koperasi.

“Seperti di Lebak Wangi, Banjar Agung dan Pejagung, itu pasar yang tidak aktif kami manfaatkan untuk koperasi,” ujarnya.

Dalam waktu dekat, progres pembangunan ditargetkan terus meningkat hingga mencapai kisaran 60 sampai 70 persen. “Targetnya bisa segera mencapai 60 sampai 70 persen,” kata Wahyu.

Ia juga menyebut, ke depan pengelolaan KMP akan melibatkan manajer yang ditunjuk pemerintah pusat, sedangkan struktur kepengurusan koperasi tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat pun didorong untuk ikut serta dalam proses perekrutan pengelola.

Ketua KMP Unyur, Agung Pribadi mengatakan, pekerjaan saat ini difokuskan pada struktur bangunan. Di Kelurahan Unyur, pembangunan KMP telah mencapai sekitar 50 persen.

“Sekarang sekitar 50 persen. Rangka atap sedang dipasang, lantai masih tahap urug dan perataan,” ujarnya.

Bangunan tersebut memiliki luas sekitar 600 meter persegi di atas lahan 1.000 meter. Fasilitas yang disiapkan meliputi gerai, kantor operasional, klinik, gudang hingga ruang kontrol barang.

Pekerjaan ditargetkan rampung pada awal Mei. Tahapan yang masih berjalan meliputi perataan tanah, pemasangan atap, hingga penyelesaian lantai dan pengecatan. Kendala sempat terjadi pada awal pembangunan akibat cuaca yang menghambat aktivitas di lapangan.

Sementara pembangunan KMP di wilayah Trondol juga menunjukkan perkembangan. Ketua KMP Trondol, Sri Burhana menyebut, progres pembangunan telah mendekati 60 persen dan ditargetkan selesai pada akhir Mei 2026.

“Progresnya sudah mendekati 60 persen, targetnya akhir Mei bisa selesai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, fasilitas yang disiapkan mencakup gerai sembako, layanan kesehatan seperti klinik dan apotek, serta kantor koperasi untuk operasional.

Pada tahap awal, pengelolaan akan dilakukan oleh pihak pelaksana sebelum nantinya diserahkan sepenuhnya kepada pengelola yang ditetapkan.

Sri menambahkan, kebutuhan tenaga kerja akan diambil dari masyarakat sekitar, terutama untuk posisi operasional seperti kasir, sopir dan tenaga keamanan. Sementara posisi manajerial akan diisi melalui penunjukan dari pemerintah pusat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....