Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Tingkatkan Ekonomi Warga Lebak

  • 29 Apr 2026 16:02 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Sebanyak 54 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Lebak, dilaporkan telah beroperasi dan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pedesaan. Kehadiran koperasi tersebut dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor usaha berbasis potensi lokal.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyampaikan apresiasinya terhadap koperasi yang telah aktif menjalankan kegiatan usaha di desa-desa.

“Kami mengapresiasi Koperasi Desa Merah Putih yang beroperasi itu dapat menggulirkan perekonomian masyarakat pedesaan,” ujar Imam, Rabu, 29 April 2026.

Menurutnya, keberadaan KDMP tidak hanya mendorong peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja baru di wilayah pedesaan. Hal ini dinilai penting dalam mengurangi angka pengangguran. Ia menjelaskan, secara keseluruhan terdapat 344 KDMP yang telah dibangun di Kabupaten Lebak oleh PT Argrinas Pangan Nusantara (Persero).

Namun, baru 54 koperasi yang sudah aktif beroperasi dengan fasilitas usaha lengkap seperti pergudangan dan layanan bisnis.

KDMP yang telah berjalan tersebut mengembangkan berbagai jenis usaha sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025.

Bidang usaha yang dijalankan meliputi klinik kesehatan, logistik, warung sembako, pertanian, hingga pergudangan. “Kami meyakini KDMP itu bisa menjadi andalan ekonomi masyarakat desa untuk meningkatkan kesejahteraan dan menghapus kemiskinan,” kata Imam menegaskan.

Salah satu contoh keberhasilan KDMP terlihat di Desa Pondok Panjang, Kabupaten Lebak. Koperasi di desa tersebut mengembangkan usaha berbasis potensi sumber daya alam lokal.

Manajer KDMP Desa Pondok Panjang, Aep Saepudin mengatakan, usaha yang dijalankan meliputi pengolahan melinjo, produksi gula aren, serta hasil perikanan tangkap.

“Usaha koperasi kami berbasis potensi alam desa seperti melinjo, gula aren, dan ikan tangkap,” ujar Aep.

Ia menyebutkan, koperasi tersebut memiliki 294 anggota yang sebagian besar merupakan pelaku UMKM. Produk yang dihasilkan antara lain emping kaceprek, gula aren, sale pisang, dan bakso ikan.

Produksi gula aren dan emping melinjo dari koperasi tersebut bahkan telah dipasarkan ke sejumlah daerah di Jawa Timur. Perputaran uang dari usaha itu mencapai sekitar Rp400 juta per bulan. “Jika dikalkulasikan dari produksi 10 ton per bulan dengan harga Rp40 ribu per kilogram, perputaran uang bisa mencapai Rp400 juta,” kata Aep.

Ia berharap koperasi desa terus berkembang agar mampu menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendorong agar Kopdes Merah Putih tumbuh dan berkembang sehingga dapat menciptakan perekonomian baru,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....