APDESI Banten Dorong Koperasi Merah Putih Berjalan Optimal

  • 17 Des 2025 22:23 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi baru di tingkat desa. Dukungan tersebut disampaikan DPD Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Merah Putih Provinsi Banten yang menilai keberadaan koperasi akan memperkuat perputaran usaha dan pendapatan masyarakat desa.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua Karteker DPD APDESI Merah Putih Provinsi Banten, Rafik Rahmat Taufik. Ia menilai KDMP membuka ruang usaha yang lebih luas di desa karena aktivitas bisnis dikelola langsung oleh masyarakat setempat.

Menurut Rafik, keberadaan koperasi akan membuat perputaran uang tetap berada di desa, sehingga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan warga. Namun, hal itu bergantung pada konsistensi pengurus dalam mengelola usaha koperasi secara profesional.

Ia juga menekankan peran kepala desa dalam pengawasan. Meski tidak terlibat sebagai pelaksana teknis, kepala desa tetap memiliki tanggung jawab memastikan pengelolaan KDMP berjalan sesuai aturan, mengingat sumber pendanaannya berasal dari dana desa. “Pengawasan harus dilakukan secara serius. Jika koperasi maju, desa ikut maju dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya, Rabu (17/12/2025).

Rafik mengungkapkan, salah satu kendala yang masih dihadapi di lapangan adalah keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai maupun gudang KDMP. Sejumlah desa di Banten belum memiliki lahan yang siap digunakan karena kepemilikannya berada di tangan pihak lain. “Kami menerima laporan dari desa yang lahannya milik Perhutani, perusahaan swasta, bahkan ada desa yang sama sekali tidak memiliki lahan,” katanya.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang intensif antara pihak pelaksana program dengan pemerintah desa, sehingga pelaksanaan KDMP tidak terhambat.

Selain itu, Rafik juga menyoroti kebutuhan desa terhadap keberlanjutan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pelaksanaan KDMP perlu berjalan seiring dengan pembangunan desa agar manfaatnya dapat dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat. “KDMP penting, tetapi pembangunan desa juga harus tetap berjalan. Jika keduanya seimbang, perekonomian desa akan tumbuh lebih cepat,” kata dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....