Manfaatkan Lahan Wakaf, PCNU Pandeglang Bangun Wisata Petik Buah Melon

  • 29 Apr 2026 15:59 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC-NU) Pandeglang, membangun rumah tanaman (greenhouse) buah melon canary. Dengan memanfaatkan tanah wakaf, rumah tanaman ini dibangun dengan konsep Agro Edu Wisata, yang menggabungkan pertanian, edukasi, dan rekreasi.

Rumah tanaman ini berada di Kampung Maja Tengah, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. Berdiri di atas lahan 20x8 meter, area ini memiliki 525 pohon. Salah satu tujuannya, untuk mendukung kemandirian pangan.

“Alhamdulillah, langkah membuat greenhouse ini bagian dari contoh untuk kemandirian umat. Ini bagian dari mendukung pertanian modern untuk kemandirian umat,” ucap Ketua PCNU Pandeglang, Enci Zarkasih saat mengunjungi rumah tanaman tersebut pada Rabu, 29 April 2026.

Dia menjelaskan, konsep yang diterapkan pihaknya berbasis wisata petik buah melon untuk pengunjung yang hanya ingin mendapatkan buah melon segar. “Jadi wisata petik itu, memetik sendiri buah melon yang tersedia, lalu di timbang dan bayar dengan harga lokal per kilo mencapai Rp30-35 ribu. Ini dibuka untuk umum, ya,” katanya.

“Kalau normal kami bisa memanen sebanyak 450 buah, sampai panen itu 60 hari atau 2 bulan, setahun bisa tiga kali panen. Adapun varietas yang digunakan ada tiga, yakni Kinanti, Alyssa dan Kirani,” ucapnya.

Langkah ini mendapat respons positif dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pandeglang. Kasi Zakat dan Wakaf Kemenag Pandeglang, Mumuh Muhaemin menyatakan, salah satu bentuk dukungannya, yakni mengucurkan program Inkubasi Wakaf Produktif untuk membantu kelancaran langkah tersebut.

“Inkubasi Wakaf Produktif adalah program Kementerian Agama untuk mentransformasi Nazhir (pengelola wakaf) menjadi wirausahawan kreatif dan profesional. Program ini untuk memaksimalkan potensi tanah/aset wakaf agar produktif, berdaya saing, serta memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi umat,” ujar dia.

Menurutnya, program ini merupakan langkah strategis dalam mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis wakaf yang lebih modern dan berdampak nyata. Adapun bentuk bantuan, stimulus dana untuk pengembangan usaha, pendampingan, serta pelatihan manajemen wakaf bagi para Nazhir.

“Program ini menyasar Nazhir yang memiliki potensi wakaf, berjiwa wirausaha, serta inovatif dalam mengelola aset. Adapun tujuan utamanya, meningkatkan kompetensi Nazhir, mengubah pengelolaan wakaf tradisional menjadi produktif, dan mendorong kemandirian ekonomi,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....