Tak Sekadar Padamkan Api, Balakar Harus Jadi Pionir Gerakan Pilah Sampah!

  • 12 Mar 2026 07:39 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Selain bertugas memadamkan api saat terjadi musibah kebakaran, Barisan Relawan Pemadam kebakaran (Balakar) atau Damkar di Banjarmasin diminta ikut terlibat dalam pengelolaan sampah. Hal itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR saat sahur bersama ratusan relawan di Balai Kota, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam ruang pertemuan antara pemerintah dan para relawan yang selama ini berada di garis depan saat musibah kebakaran itu, Yamin menyoroti persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan, yakni pengelolaan sampah. Sehingga Ia pun mengajak para relawan pemadam kebakaran yang selama ini dekat dengan masyarakat untuk ikut menyuarakan gerakan memilah sampah dari sumbernya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat, termasuk para relawan damkar yang punya pengaruh besar di lingkungan masing-masing, untuk mulai memilah sampah dari sumbernya,” kata Yamin.

Kalau dari rumah sudah dipisah, pengelolaannya akan jauh lebih mudah dan lingkungan kita lebih bersih,” ucapnya lagi.

Kegiatan sahur bersama turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Balakar, hingga sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin. Yamin menegaskan bahwa keberadaan relawan pemadam kebakaran merupakan kekuatan sosial yang tidak tergantikan dalam membantu pemerintah.

“Relawan pemadam kebakaran adalah garda terdepan saat musibah terjadi,” ujarnya. Mereka hadir tanpa menunggu perintah, bahkan sering kali mempertaruhkan keselamatan diri demi menyelamatkan orang lain,” kata Yamin menambahkan.

Ia menjelaskan, pemerintah kota saat ini mendorong seluruh relawan pemadam kebakaran agar terdata secara resmi melalui sistem E-Damkar Banjarmasin. Pendataan tersebut menjadi langkah penting agar para relawan dapat memperoleh perlindungan yang layak, termasuk jaminan keselamatan kerja.

"Kalau masih ada relawan yang belum terdaftar, segera laporkan diri,” ucapnya. Dengan data yang jelas, pemerintah bisa memberikan bantuan seperti asuransi keselamatan kerja dan pembinaan yang lebih terarah,” ujarnya, tegas.

Di sisi lain, sistem penanggulangan kebakaran masih menghadapi tantangan dalam hal koordinasi, peningkatan keterampilan, serta perlindungan bagi relawan yang bertugas di lapangan. Karena itu pemerintah kota berupaya memperkuat pembinaan melalui pelatihan dan kegiatan peningkatan kapasitas.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah menggelar lomba ketangkasan pemadam kebakaran sebanyak dua kali dalam setahun, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Damkar dan Hari Jadi Kota Banjarmasin. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan teknis para relawan.

“Kami ingin para relawan tidak hanya cepat bergerak di lapangan, tetapi juga semakin terlatih, profesional, dan mendapatkan perlindungan yang memadai,” katanya.

“Lomba ketangkasan yang digelar tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan teknis para relawan,” ujarnya.

Selain sahur bersama, kegiatan tersebut juga diisi tausiah agama oleh Hasanuddin Al-Banjari atau dikenal sebagai UAS Banjar. Dalam ceramahnya bertajuk Memadamkan Api dalam Hati, ia mengingatkan bahwa tugas pemadam kebakaran bukan hanya memadamkan kobaran api, tetapi juga menanamkan ketulusan dan kepedulian dalam kehidupan bermasyarakat.

“Orang yang mampu memadamkan api di hatinya dari amarah dan kesombongan adalah orang yang mampu menjaga keselamatan dirinya dan orang lain,” katanya.

"Karena itu, jasa para pemadam kebakaran adalah pekerjaan yang sangat mulia,” ujanya menambahkan.

Rekomendasi Berita